Polisi periksa empat saksi dalam kebakaran di Krukut, Jakarta Barat

Jakarta (ANTARA) – Polisi telah memeriksa sedikitnya empat orang saksi dalam penyelidikan untuk menentukan penyebab kebakaran yang menghanguskan ratusan rumah di Jalan Thalib III Dalam, Krukut, Tamansari, Jakarta Barat, pada Minggu (17/3) dini hari.

“Kita sudah periksa empat saksi untuk mengetahui penyebab kejadian ini,” kata Kapolsek Metro Tamansari, AKBP Ruly Indra Wijanarko, saat meninjau lokasi kebakaran, Senin.

Pemilik rumah yang diduga menjadi sumber kebakaran adalah salah satu dari empat saksi yang diperiksa oleh polisi.

Meski telah memeriksa sejumlah saksi, Ruly belum bisa memastikan penyebab kebakaran.

“Untuk pastinya itu kami tetap harus menunggu hasil dari Puslabfor Polri,” kata Ruly.

Menurut laporan, 2.060 jiwa dari delapan RT di RW 05 Krukut harus mengungsi akibat tempat tinggal mereka ludes dilalap si jago merah.

Sebagian besar bangunan di pemukiman padat tersebut merupakan bangunan semi permanen berbahan kayu yang membuat api dengan cepat menjalar ke bangunan di sekitarnya. Sebanyak 34 mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan kebakaran itu.

Sebelumnya, Camat Tamansari Risan Mustar, menyebut penyebab sementara kebakaran tersebut diduga karena hubungan arus pendek atau meledaknya kompor gas di salah satu rumah warga.

Baca juga: Anies serahkan bantuan untuk korban kebakaran di Krukut
Baca juga: Kebutuhan 25 siswa SMPN korban kebakaran Krukut terpenuhi
Baca juga: Korban kebakaran di Krukut tempati tenda penampungan

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Anies serahkan bantuan untuk korban kebakaran di Krukut

Jakarta (ANTARA) – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyerahkan bantuan uang sebesar Rp100 juta untuk korban musibah kebakaran di Krukut, Jakarta Barat yang terjadi pada hari Minggu.

“Tadi saya serahkan bantuan senilai Rp100 juta kepada Pak RW  untuk kebutuhan – kebutuhan yang membutuhkan sifatnya dana, karena dari pemerintah semuanya sifatnya barang yang dibutuhkan awal, nanti silakan diatur bersama,” kata Anies di lokasi kebakaran di Krukut, Jakarta Barat, Senin.

Selanjutnya pemerintah akan memberikan bantuan untuk modal awal perbaikan rumah senilai Rp2,5 juta per rumah untuk memperbaiki kembali.

Mengenai dana yang diberikan sebesar Rp2,5 juta per rumah nanti akan diatur sumber dananya. Dia mengungkapkan bahwa sebelumnya menggunakan dana dari Bazis. Sedangkan bantuan Rp100 juta yang diserahkan untuk para korban, Anies mengatur sendiri.

“Kita lihat nanti apakah posnya masih tempat yang lain, tapi angkanya sama seperti ketika kejadian dua bulan lalu,” kata Anies.

Pada fase ini, Pemprov fokus pada membersihkan dan pendataan, sesudah itu lengkap baru nanti bicara tentang rehabilitasi.

“Pada fase rehabilitasi nanti pak wali akan memimpin dengan data sudah lengkap. Fase ini adalah fase memastikan kebutuhan dasar terpenuhi dan pembersihan berjalan dengan baik,” kata Gubernur.

Korban musibah kebakaran ada sekitar 220 rumah, lebih dari berapa 660 KK (Kepala Keluarga) dan ada 2.020 jiwa yang berdampak langsung.

Baca juga: Anies kunjungi korban musibah kebakaran di Krukut
Baca juga: Pemukiman terbakar di Krukut Jakarta Barat

Pewarta: Susylo Asmalyah
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pengacara sebut Kayu Eboni yang disita Bakamla punya dokumen lengkap

Jakarta (ANTARA) – Pemilik dua kontainer kayu eboni asal Palu yang disita oleh Petugas Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia saat memasuki perairan Jakarta beberapa waktu lalu, mengatakan barang milik mereka adalah barang legal yang berdokumen lengkap.

UD Mardiana selaku perusahaan pemilik barang, mengatakan petugas Bakamla telah menyita kontainer berisi kayu itu selama satu pekan.

“Pengiriman kontainer berisi kayu itu sudah melengkapi semua dokumen persyaratan,” kata Pengacara UD Mardiana, Frans Landing, saat dikonfirmasi, Senin.

Frans mengaku telah menyambangi Bakamla RI untuk membuat pelaporan terkait penyitaan dua kontainer berisi kayu Eboni asal Palu.

Dijelaskannya, seluruh dokumen persyaratan pengiriman kayu telah dilengkapi sebelum barang tersebut dikirimkan melalui jasa ekspedisi yang disediakan oleh PT Meratus.

Frans mengatakan Bakamla menyita kayu yang dikirim pada 8 Maret 2019 tersebut karena tidak dilengkapi dengan dokumen Angkutan Hasil Hutan berdasarkan Surat Badan Keamanan Laut No. B-79/Kepala /II/2019.

Meski demikian Frans menegaskan kliennya telah melengkapi seluruh dokumen persyaratan dan tahapan yang harus dilalui perusahaan untuk pengiriman kayu.

Selain itu, Frans juga menyebut Bakamla mempermasalahkan Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan (SKSHH).

“Padahal SKSHH itu sudah diversifikasi lebih awal oleh tim yang ada di Palu,” tutur Frans.

Dijelaskannya ada empat institusi yang telah memverifikasi dokumen pengiriman barang layak ekspor milik UD Mardiana, yakni Balai Kehutanan, Bea Cukai, PT Sucofindo dan Balai Karantina Kota Palu, namun Bakamla tetap mempersoalkan kontainer berisi kayu tersebut.

Frans menegaskan UD Mardiana selalu patuh terhadap aturan pengiriman barang berdasarkan Permen KLHK No P60/MENLHKSETJENKUM1/17/2016 tentang perubahan atas Peraturan Menteri KLHK No P.43/MENLHK/SETJEN/2015 tentang penatausahaan hasil kehutanan kayu yang berasal dari hutan alam.

Oleh karena itu, Frans berharap Bakamla segera melepaskan dua kontainer berisi kayu Eboni yang telah disita selama satu pekan tersebut, karena pengiriman dan dokumen yang sudah memenuhi semua peraturan yang berlaku.

Sementara itu pihak Bakamla RI belum memberikan keterangan resmi terkait penyitaan dua kontainer berisi kayu Eboni itu.

Baca juga: Polda Sulteng Gagalkan Penyelundupan Kayu Eboni ke Malaysia
Baca juga: Polisi Gagalkan Penyelundupan Kayu ke Malaysia

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Anies kunjungi korban musibah kebakaran di Krukut

Setiap anak akan mendapatkan paket seragam lengkap dan kebutuhan sekolahnya, sehingga mereka bisa langsung mengikuti pelajaran kembali tanpa harus terganggu

Jakarta (ANTARA) – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengunjungi para korban musibah kebakaran di Krukut, Jakarta Barat yang terjadi pada hari Minggu.

“Hari ini kita mengunjungi saudara-saudara kita di RW 05 Kelurahan Krukut yang mengalami musibah kebakaran ada sekitar 220 rumah, lebih dari berapa 660 KK (Kepala Keluarga) dan ada 2.020 jiwa yang berdampak langsung,” kata Anies di Krukut, Jakarta Barat, Senin.

Dia menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ketika ada kejadian, maka tindakan pertama adalah pemadaman. Gubernur bersyukur para petugas bekerja dengan cepat dan bisa mengisolasi kawasan yang terbakar, sehingga tidak lebih luas. 

Kemudian penanganan kebutuhan dasar, dari mulai tempat pengungsian sementara, makan, minum semua kebutuhan dasar, tempat MCK (mandi, cuci kakus) semua disiapkan dan khusus anak-anak sekolah sudah disiapkan seragam lengkap .

“Setiap anak akan mendapatkan paket seragam lengkap dan kebutuhan sekolahnya, sehingga mereka bisa langsung mengikuti pelajaran kembali tanpa harus terganggu,” kata Anies.

Sedangkan tempat pengungsian masih akan selalu disiagakan sampai kondisi menjadi lebih baik . Saat ini adalah hari dilakukannya pembersihan. Lurah, Camat dan Walikota akan memimpin proses untuk pendataan yang dibantu oleh RW.

“Kita ingin memastikan jumlah keluarga , jumlah rumah dan lain-lain yang terdampak langsung. Jadi kehadiran saya sore hari ini, satu adalah menyampaikan simpati, mendoakan keluarga keluarga ini untuk tabah dalam menghadapi masalah ini,” kata Gubernur.

Kemudian untuk memastikan bahwa semua pelayanan dasar pemerintah di tempat musibah ini berjalan dengan baik .

Diharapkannya bahwa jangan sampai ada korban yang mengalami beban dua kali, yakni sudah kehilangan segalanya secara fisik , tapi juga mengalami kesulitan ketika berada di tempat pengungsian yang saat ini sudah tersedia.

“Saya disampaikan kepada warga untuk tangguh, kuat , Insyaallah gantinya lebih baik. Tadi saya sampaikan bahwa musibah ini sesuatu yang harus kita hadapi dan pemerintah akan ikut membantu,” katanya.

Baca juga: Anies Akan Bantu Korban Kebakaran Pasar Blok A
Baca juga: Anies serahkan seribu sak semen untuk korban kebakaran Tomang

Pewarta: Susylo Asmalyah
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Fadli Zon pertanyakan pelaporan terhadap dirinya terkait Munajat 212

Ini juga yang kami pertanyakan kenapa laporannya ditujukan ke BPN bukan ke DPR? Saya hadir sebagai DPR, semua juga tahu

Jakarta (ANTARA) – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Fadli Zon mempertanyakan laporan terhadap keterlibatan dirinya dalam kegiatan Malam Munajat 212 yang digelar di Lapangan Monas pada 21 Februari 2019.

Fadli yang juga menjabat sebagai anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga ini mempertanyakan mengapa laporan kepada dirinya ditujukan kepada BPN.

“Ini juga yang kami pertanyakan kenapa laporannya ditujukan ke BPN bukan ke DPR? Saya hadir sebagai DPR, semua juga tahu,” kata Fadli kepada media usai menjalani pemeriksaan oleh Bawaslu DKI, Senin. 

Fadli mengatakan ketika dirinya hadir dalam acara tersebut, pihak panitia acara bahkan memperkenalkan dirinya sebagai wakil ketua DPR RI.

“Saya diundang panitia sebagai Wakil Ketua DPR dan tentu saja tidak melakukan kegiatan kampanye,” katanya.

Fadli mengatakan bahwa sebagai Wakil Ketua DPR RI, dirinya perlu datang jika diundang oleh masyarakat pada acara tertentu.

“Kalau diminta oleh masyarakat apalagi dalam rangka mengawasi dan menyerap aspirasi ya kita perlu datang. Tugas ini konstitusional dan dilindungi oleh undang-undang,” ujarnya.

Selain dirinya, acara tersebut juga dihadiri pejabat tinggi negara, seperti Ketua MPR Zulkifli Hasan, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid serta Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.

Sebelumnya, Bawaslu DKI sudah melayangkan dua undangan kepada Fadli yang tidak bisa dipenuhi karena sedang berada di luar negeri.

Fadli akhirnya memenuhi undangan Bawaslu setelah dilayangkan undangan ketiga. Dia kemudian menjalani pemeriksaan selama 45 menit serta disodorkan 10 pertanyaan.

Fadli datang dengan didampingi Riza Patria, Habiburokhman dan Ali Lubis.

Baca juga: Fadli Zon: Tidak ada kampanye di Munajat 212
Baca juga: Bawaslu DKI undang Fadli Zon terkait Malam Munajat 212

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Polisi tembak mati anggota geng motor di Daan Mogot

Jakarta (ANTARA) – Anggota geng motor yang juga salah satu pelaku pencurian dengan kekerasan di Daan Mogot tewas diterjang timah panas karena melakukan perlawanan ketika akan ditangkap oleh Satuan Reserse Krimimal Polres Metro Jakarta Barat.

“Satu pelaku berinisial TL (27) (meninggal dunia) terpaksa dilakukan tindakan tegas terukur lantaran saat dilakukan penangkapan pelaku berusaha menyerang petugas dengan menggunakan celurit yang disimpan pelaku di tas yang dikenakannya,” kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat AKBP Edi Suranta Sitepu dalam jumpa pers di Mapolres Metro Jakarta Barat, Senin.

Dijelaskan Edi, pelaku yang ditembak petugas adalah salah satu dari lima pelaku dalam kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan korbannya yang bernama Ivan Surya Saputra Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat.

Polisi sudah terlebih dahulu mengamankan tiga tersangka yang ketiga berstatus masih di bawah umur yaitu DO (17), AD (16), RO (17).

Dua tersangka lainnya sempat yaitu KL (25) dan TL sempat buron namun berhasil dibekuk oleh aparat.

Selain itu, para pelaku yang tergabung dalam geng motor Gabores (gabungan bocah rese) itu dikenal brutal dalam menjalankan aksinya dan juga terlibat dalam beberapa tindak kejahatan.

“Para pelaku melakukan aksinya dengan menyabet sajam (senjata tajam) kepada para korban. Korban yang tidak dikenal pun ikut digasak oleh para pelaku menyebabkan dua korban meninggal dunia dan empat korban luka serius,” kata Edi.

Kanit Krimum Polres Metro Jakarta Barat Iptu Dimitri Mahendra mengatakan geng motor ini kerap kali melakukan aksinya di daerah Jalan Daan Mogot, Jalan Raya Kembangan Selatan, Jalan Pesanggerahan Raya, Jalan Semanan Raya Kalideres dan di depan mall Lippo Puri Kembangan, Jakarta Barat.

Atas perbuatannya tersebut, para pelaku dikenakan Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 365 ayat (3) KUHP dengan hukuman pidana paling lama 15 tahun penjara.

Baca juga: KPAI imbau orang tua bisa cegah anak ikut geng motor
Baca juga: Polisi ringkus geng motor pelaku perampokan brutal

 

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

MRT Jakarta siap beroperasi layani umum

Jakarta (ANTARA) – Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta siap beroperasi layani umum mulai 24 Maret 2019 dengan tarif di kisaran Rp8500 sampai dengan Rp10.000 untuk setiap 10 kilometer.

“Maret ini kami siap untuk beroperasi, setelah diresmikan Presiden Joko Widodo,” kata salah seorang karyawan yang ditemui ANTARA saat uji coba, Senin.

MRT nantinya akan melewati 13 stasiun melayani rute Bundaran HI – Lebak Bulus.

Stasiun tersebut terdiri dari stasiun Bundaran Hotel Indonesia (HI), stasiun Dukuh Atas, stasiun Setiabudi, stasiun Bendungan Hilir, stasiun Istora, stasiun Senayan, stasiun Sisingamangaraja, stasiun Blok M, stasiun Blok A, stasiun Haji Nawi, stasiun Cipete Raya, stasiun Fatmawati dan stasiun stasiun Lebak Bulus.

Berdasarkan pemantauan ANTARA waktu tempuh Bundaran HI – Lebak Bulus hanya butuh 30 menit.

Sedangkan waktu perpindahan dari stasiun ke stasiun lain memakan waktu 3 menit saja. Waktu tersebut lebih cepat dibandingkan perjalanan menggunakan KRL yang memakan waktu 5-10 menit antar stasiunnya.

Saat uji coba ini, terlihat banyak kaum milenial turut berpartisipasi mencoba moda transportasi baru tersebut.

Tidak sedikit pula yang membawa kamera profesional untuk berfoto di dalam kereta MRT atau di stasiun, bahkan banyak juga yang membuat vlog tentang apa yang dirasakan saat mencoba MRT.

“Di kalangan anak muda lagi hits, makanya kita tertarik untuk mencoba MRT,” ucap Anis salah satu pengunjung Uji Coba Publik MRT.

Dia juga mengatakan bahwa stasiun MRT ini sangat layak ditampiilkan di Instagram (instagramamble) sehingga dapat mempercantik konten di media sosial Instagram karena perpaduan warna yang menarik dan fasilitasnya yang bagus.

“Karena ini masih baru jadi masih terlihat instagramable, tidak tahu nanti jika sudah dibuka untuk umum. Apakah masih instagramable atau tidak,” lanjutnya.

Baca juga: Ibu Negara apresiasi kenyamanan MRTJ
Baca juga: Iriana Jokowi jajal kenyamanan MRT

Pewarta: Ganet Dirgantara
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Penumpang MRT tidak keberatan tarifnya Rp8.500

Jakarta (ANTARA) – Penumpang Moda Raya Terpadu (MRT) yang sedang melaksanakan uji coba sejak tanggal Selasa (12/3), sebagian besar tidak merasa keberatan dengan tarif ditetapkan di kisaran Rp8.500.

“Saya mau beralih dari motor ke MRT, selama harga tiketnya sesuai dan stasiun MRT ini dapat terhubung langsung dengan terminal busway, jadi kita tidak perlu bayar-bayar lagi,” kata Anton, salah seorang masyarakat yang ikut dalam program uji coba MRT, Lebak Bulus, Jakarta, Senin.

Selain itu, Anton, juga mengatakan, MRT lebih cepat dari kereta biasa dan lebih menunjang untuk penyandang disabilitas.

Lelaki yang biasa berkendara menggunakan motor ini juga mengatakan, dia mau beralih dari motor selama biayanya memang sesuai.

Pendapat yang sama disampaikan, Ari penumpang uji coba hari ini yang berharap masyarakat lain bisa beralih dari kendaraan pribadi ke MRT.

“MRT merupakan salah satu kemajuan yang bagus (Well Progress) dari lima tahun pembangunan infrastuktur, menurut saya ini salah satu bentuk edukasi pemerintah untuk merubah pola pikir masyarakat tentang kendaraan umum,” kata Ari.

Ari juga mengatakan, hari ini dia ingin mencoba naik MRT karena penasaran dan ingin membandingkan dengan MRT yang sudah ia coba di luar negeri.

“Saya penasaran saja ini coba, sekaligus membandingkan MRT yang ada di Indonesia dengan negara lain, karena kebetulan saya sudah pernah naik MRT yang ada di Jepang dan Singapura, karena Indonesia merupakan negara di Asia yang baru membangun MRT,” ujar Ari.

Ari juga mengatakan MRT di Indonesia memiliki fasilitas yang baik, hanya saja perlu memberikan edukasi kepada masyarakat ikut menjaga fasilitas yang sudah disediakan.

Sedangkan penumpang lain, Raisa mengatakan MRT lebih nyaman dibandingkan dengan KRL.

“Lebih enak si naik MRT, jalannya lebih mulus, lebih nyaman, lebih dingin juga, udaranya juga lebih seger, saya kalau naik KRL suka pusing, udaranya sudah tidak seger lagi,” kata Raisa.

Raisa juga mengatakan harapannya terkait dengan MRT, mudah-mudahan MRT bisa menjadi pilihan buat berkendara bagi masyarakat Jakarta, sehingga terhindar dari macet.

“Kalau jalanan lancar maka penggunaan bahan bakar bisa berkurang dan polusi udara di Jakarta juga bisa berkurang. Semoga bisa berguna buat masyarakat Jakarta,” ujar pelajar di salah satu sekolah di Jakarta.

Sebelumnya menurut Direktur Utama MRT, William Sabandar mengatakan, nantinya MRT akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti gerai makanan, minuman, ATM, gerai aksesoris dan mini market.

Baca juga: MRT Jakarta siap beroperasi layani umum
Baca juga: MRT: dari uji publik, jaringan telekomunikasi hingga tarif

Pewarta: Ganet Dirgantara dan Agus Saeful Iman
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sopir daring pelaku perampokan dengan pisau kater dilumpuhkan aparat

Jakarta (ANTARA) – Pelaku perampokan menggunakan pisau kater dengan modus sopir taksi dalam jaringan (daring) atau online, dilumpuhkan dan diamankan aparat Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya di rest area KM 39 tol Jakarta-Cikampek. .

“Pelaku NZ (25), berhasil ditangkap setelah sebelumnya harus dilakukan tindakan tegas dan terukur pada kaki tersangka di rest area KM 39 tol Jakarta-Cikampek,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin.

Pengungkapan kasus tersebut, kata Argo, berawal dari laporan korban seorang perempuan bernama GK (27) pada Polsek Pondok Gede yang melaporkan dirinya menjadi korban perampokan dengan kekerasan menggunakan pisau kater.

GK menjadi korban perampokan dan kekerasan saat dirinya seusai pulang dari pelatihan pada Jumat (15/3) siang pukul 13.30 WIB, dengan memesan taksi daring (Grab Car) untuk mengantarnya pulang ke rumahnya di Perumahan Akasia, Jatiwarna, Bekasi.

“Begitu keluar di gerbang tol Jatiwarna, pelaku langsung mengancam korban dengan kater dan meminta menyerahkan barang-barang berharganya. Karena korban menolak, pelaku menusukkan pisau katernya ke arah paha, tangan dan wajah korban sehingga terluka. Akhirnya korban memberikan jam tangannya, hp dan uang sejumlah Rp104 ribu,” ucap Argo.

Tidak hanya sampai di situ, dalam kondisi terluka, korban juga dibawa ke gerai ATM dan dipaksa mengeluarkan uang dari ATM-nya.

Karena di bawah ancaman pembunuhan, korban akhirnya menuruti kemauan tersangka dan mengambil uang di ATM pada sebuah mini market di daerah Bintara, Bekasi, setelah sebelumnya tersangka menutupi luka di tangan dengan dipegang dan luka di wajah dengan kerudung korban.

“Di ATM, tersangka berhasil mendapatkan uang korban sebesar Rp4,4 juta. Kemudian tersangka mengantarkan korban ke Rumah Sakit Pondok Kopi dan langsung melarikan diri,” kata Argo.

Tidak sampai 10 jam setelah melakukan aksinya, tim buser Polda Metro Jaya berhasil meringkus pelaku yang tengah berisitirahat di rest area Km 39 tol Jakarta-Cikampek.

Pada saat pelaku akan ditangkap, meski mobilnya telah dikepung, pelaku bertindak nekat dengan menabrak motor petugas hingga terpaksa dilakukan penembakan pada kaki tersangka.

“Saat ini, korban berada dalam perawatan di RS Polri Kramat Jati,” kata Argo.

Dari hasil penelusuran, pelaku bukanlah pemilik akun taksi daring. “Pelaku tidak punya akun. Dia menggunakan akun temannya sehingga foto di akun dan pengemudinya pasti beda,” ucap Argo.

Atas kejadian ini, Argo mengimbau masyarakat untuk hati-hati dan waspada saat menggunakan taksi daring dengan memastikan pengemudi merupakan yang ada di akunnya.

“Sebelum naik, pastikan bahwa wajah si driver (pengemudi) sama dengan foto di akun taksi daringnya sehingga kejadian seperti ini bisa dicegah,” tutur Argo.

Bersama dengan pelaku, polisi mengamankan satu unit mobil Daihatsu Xenia warna perak dengan plat nomor D 1147 ABA, KTP atas nama NZ, ATM Mandiri dan BRI atas nama NZ, uang tunai sebesar Rp1,9 juta, satu pisau kater, satu jam tangan guess warna emas, satu HP samsung warna hitam, satu hp Vivo warna hitam dan buku tabungan BRI atas nama NZ.

Atas perbuatannya itu, pelaku akan dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dan atau pasal 368 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman hukuman penjara paling lama 12 tahun. 

Baca juga: Polisi tangkap sopir taksi daring perampok karyawati Bank
Baca juga: Grab tangguhkan akun pengemudi diduga melecehkan penumpang

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jadwal pemeriksaan Jokdri diundur

Jakarta (ANTARA) – Jadwal pemeriksaan lanjutan pelaksana tugas (plt) Ketua Umun PSSI Joko Driyono atau lebih sering dipanggil Jokdri sebagai tersangka dalam kasus perusakan dan penghilangan barang bukti, diundur, usai batal diperiksa pada Senin ini.

“Dari penyidik satgas mafia bola, akan diperiksa pak Joko Driyono kembali hari ini, namun karena yang bersangkutan ada kegiatan akhirnya, kami mengatur ulang jadwalnya,” kata Ketua Tim Media Satgas Anti Mafia Bola Kombes Pol Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin.

Pihak satgas merencanakan mengatur ulang jadwal pemeriksaan Joko Driyono pada Rabu pekan ini namun jadwal tersebut juga masih belum pasti.

“Rencananya Rabu nanti. Tapi saya akan cek kembali kira-kira kapan pastinya,” ucap Argo yang juga merupakan Kabid Humas Polda Metro Jaya tersebut.

Joko Driyono (Jokdri) ditetapkan sebagai tersangka karena merusak barang bukti yang diduga terkait dengan kasus pengaturan skor. Dia ditetapkan sebagai tersangka, Kamis 14 Februari 2019.

Dirinya diduga merupakan aktor intelektual yang memerintahkan tiga orang, yaitu Muhammad MM alias Dani, Mus Muliadi alias Mus dan Abdul Gofar, untuk melakukan perusakan barang bukti di kantor Komisi Disiplin PSSI yang sempat digeledah Satgas Anti Mafia Sepakbola beberapa waktu lalu.

Dia memerintahkan ketiganya masuk ke ruangan yang telah diberi garis polisi dan melakukan perusakan barang bukti serta mengambil laptop yang diduga penyidik terkait kasus dugaan pengaturan skor.

Usai ditetapkan jadi tersangka, polisi melakukan penggeledahan apartemen Jokdri di Taman Rasuna, tower 9 lantai 18 unit 0918 C, Jalan Taman Rasuna Selatan, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, setelah sebelumnya ruang kerja Jokdri di Kantor PSSI, Tanah Abang, Jakarta Pusat, juga digeledah pada Kamis, 14 Februari 2019.

Kemudian, polisi pun melakukan pencekalan terhadap Jokdri. Polisi sudah berkoordinasi dengan pihak Imigrasi pada 15 Februari 2019 untuk mencegah Jokdri keluar negeri selama 20 hari.

Ketika ditanyakan alasan Jokdri belum ditahan meski statusnya sebagai tersangka, Argo mengatakan dirinya akan mengecek lebih lanjut status Jokdri.

“Nanti kita cek ke penyidik ya,” ujar Argo menambahkan.

Baca juga: Satgas anti mafia bola sudah terima surat balasan PPATK
Baca juga: Satgas anti mafia bola awasi jalannya Piala Presiden 2019

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

RP beraksi seorang diri dan menyamar sebagai wanita saat bobol ATM

Jakarta (ANTARA) – Polda Metro Jaya mengungkapkan tersangka kasus pembobolan ATM bank atau skimming, RP (37), beraksi seorang diri dan kerap menyamar sebagai wanita saat bertransaksi di ATM.

“RP beraksi seorang diri dan kerap menyamar menyerupai wanita dengan menggunakan masker yang seperti hijab, ketika bertransaksi di ATM,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin.

Argo mengatakan, RP yang juga diduga merupakan salah satu pengurus di organisasi pemuda sala satu partai ditangkap pada 26 Februari 2019 di salah satu apartemen di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, hasil dari perkembangan pelaporan salah satu bank swasta (BCA) pada 11 Februari 2019.

Setelah dilakukan penangkapan, Argo mengatakan, pihaknya langsung melakukan penggeledahan di apartemen dan rumah tersangka di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, dan menemukan berbagai barang bukti yang terkait dengan kejahatan RP.

Di dalam apartemen dan rumah RP, polisi menemukan satu buah kartu ATM salah satu bank nasional, dua buah kartu warna putih yang sudah ada duplikasi data nasabah, laptop, ponsel dan peralatan skimming termasuk mesin ATM.

“Lalu ada juga masker seperti kerudung. Ini yang digunakan oleh tersangka saat mengambil ATM di bilangan daerah Tangerang Selatan dan Jaksel, dia menggunakan itu berhijab kayak perempuan sehingga kalau dilihat dari CCTV seperti perempuan,” katanya.

Saat ini, kata Argo, selain dilakukan penahanan terhadap RP, Polda Metro Jaya juga sedang mempelajari sistem dan mekanisme pelaku dalam melakukan kejahatannya.

Selama melakukan kejahatan, kata Argo, pelaku sudah 50 kali melakukan transaksi ATM menyebabkan kerugian Rp300 juta.

“Barang bukti uang yang ada Rp300 juta,” kata Argo.

Saat ditanyakan mengenai aliran dana hasil pembobolan, pihak Kepolisian belum bisa memastikan kebenarannya.

“Belum ada info soal aliran dana. Kemana mengalirnya, kita tunggu penyidik,” kata Argo. 
Baca juga: Polisi benarkan tangani kasus pembobolan bank tersangka RP
Baca juga: Polda Bali tangkap lima warga Bulgaria dalam kasus “skimming”
Baca juga: Dua warga Bulgaria dideportasi setelah bobol ATM

 

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kisah Rojak, si penjaga Hutan Kota Srengseng

Jakarta (ANTARA) – Ketika gumpalan awan pekat berpencar satu-satu di malam yang semakin larut. Semilir angin berembus membuat bulu kuduk merinding, namun Rojak bersama rekannya Sanan tak gentar berpatroli mengitari hutan kota gelap yang luasnya 15,3 hektar di Jalan Kelik, Kembangan, Jakarta Barat.

Masyarakat sekitar mengenal tempat ini sebagai Danau Srengseng, karena memang awalnya hanya berupa danau dan tanah lapang.

Sejak diresmikan pada 1995 saat R Soeprapto menjabat Gubernur DKI Jakarta, mulailah kawasan ini dikenal sebagai hutan lindung. Namun akses masuknya tidak sembarangan sebab hutan tidak dibuka untuk umum.

Pada 2010 diubah lagi menjadi hutan kota di masa pemerintahan Fauzi Bowo karena permintaan masyarakat yang menuntut disediakan ruang terbuka hijau.

“Kawasan hutan kota Srengseng ini dulunya bekas tempat pembuangan sampah, kemudian diubah menjadi hutan atas desakan masyarakat yang keberatan dengan bau yang ditimbulkan,” ujar Rojak saat ditemui di Hutan Kota Srengseng Minggu (17/3).

Saat ditemui, Rojak (48), pria berkumis asal Cianjur, Jawa Barat, yang sudah bekerja di hutan kota Srengseng sejak 2016, serta Sanan (40), pria asli Jakarta yang baru bergabung setahun lalu.

Keduanya anggota pengamanan dalam (pamdal) kehutanan di Hutan Kota Srengseng. Tugas pokok keduanya adalah menjaga ketertiban di ruang lingkup Hutan Kota Srengseng termasuk di dalamnya mendata pengunjung serta menjaga fasilitas milik Dinas Kehutanan DKI Jakarta.

Tiap malam, kedua petugas itu harus berpatroli sebanyak dua kali. Patroli pertama mulai pukul 21.00 WIB hingga 22.00 WIB serta patroli kedua mulai jam 2 dinihari hingga jam 3 dinihari.

“Sebab tak seperti sekarang, hutan lindung di sini dulunya terlarang dijamah masyarakat,” ujar Sanan menimpali.

Sejak diresmikan sebagai hutan kota, pengunjung pun mulai berdatangan sekitar 200 orang setiap libur akhir pekan.

Fasilitas Hutan Kota Srengseng Selain menikmati berbagai sudut kota yang asri, pengunjung juga akan dimanja oleh beragam fasilitas yang tersedia di hutan kota Srengseng ini, diantaranya ada ruang bermain anak seperti perosotan, jungkat-jungkit, dan lain-lain.

Ada juga ruang terbuka berbentuk teater yang sering dipakai warga bila menghelat acara kumpul bareng dan semacamnya.

Hutan Kota Srengseng juga dilengkapi dengan musola dan gazebo. Namun yang paling terkenal dari Hutan Kota Srengseng ini adalah danaunya. Banyak wisatawan dan warga sekitar yang berkunjung kemari untuk memancing.

Apalagi untuk setiap ikan yang ditangkap tidak ada dipungut biaya, hanya membayar biaya masuk hutan saja. Untuk memasuki hutan kota Srengseng, biasanya wisatawan hanya membayar tiket retribusi penerimaan daerah sebesar Rp2.000 per orang.

Loket tiketnya terletak tak jauh dari gerbang masuk. Nantinya biaya retribusi semuanya akan disetor ke kas daerah dan selalu diaudit setiap harinya. Jam buka kawasan ini pada pukul 07.00 WIB dan akan ditutup pukul 18.00 WIB setiap harinya, namun pada pukul 17.00 WIB biasanya sudah ada pemberitahuan bahwa hutan akan ditutup.

“Dari jam 17.00 ke jam 18.00 WIB biasanya kami cuma menunggu wisatawan yang mau keluar hutan saja, jadi tidak lagi menjual tiket masuk,” ujar Rojak.

Pengunjung Gelap

Rojak merasa perlu melakukan penutupan agar tidak terjadi masalah yang tidak diinginkan.

“Tentunya pertama kita mencegah jangan sampai ada perbuatan asusila di dalam hutan, kedua jangan sampai aset dan fasilitas di dalam dirusak, dan ketiga jangan sampai ada maling dari rumah warga kabur ke dalam hutan,” ujarnya. Seorang anggota pengamanan dalam (Pamdal) Hutan kota Srengseng, Rojak, diajak berfoto bersama pengunjung dari salah satu taman kanak-kanak kebon jeruk di kawasan Hutan kota Srengseng, Jl. H. Kelik, Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (06/3/2019). (Dok. Istimewa)

Namun hingga waktu ini, Rojak belum menemukan ketiga hal ini terjadi sebab pengamanan dilakukan selama 24 jam. Dikatakan Sanan, petugas telah mengamankan kawasan hutan kota secara ketat, namun pengamanan agak longgar ketika warga sekitar yang masuk dari jalan belakang.

“Katanya sih itu akses anak sekolah lewat, tapi kalau diperhatikan jarang juga anak sekolah yang lewat akses itu,” kata Sanan lagi.

Selain itu terdapat pula empat titik tembok yang rusak yang sudah dilaporkan ke dinas untuk diperbaiki totalnya sepanjang 178 meter.

“Yang terpanjang berukuran 64 meter,” ujar Sanan.

Menurut Sanan, dulu tembok ini sengaja dijebol untuk akses masuk alat berat sewaktu relokasi pelebaran danau, namun saat ini belum ditutup kembali. Akibat dari tembok yang rusak ini, jadi banyak pengunjung ilegal berdatangan dari titik-titik tersebut.

“Kayak kemarin tiket yang terjual cuma 200 tiket, tapi ketika dicek ke dalam jadi lebih banyak lagi orangnya,” ujar Rojak.

Menurut Rojak, hal itu tentu berdampak ketika audit retribusi dilakukan. Kadang ia merasa cemas takut dituduh yang tidak-tidak oleh pengawas hutan kota dari Dinas Kehutanan DKI Jakarta. Padahal pengamanan sudah mereka lakukan sesuai prosedur.

Penanggung Jawab Hutan Kota Srengseng, Dany Trofisa mengakui pembahasan soal pagar tembok ini sudah menjadi agenda dinas kehutanan DKI Jakarta.

Dany mengatakan rencana renovasi tembok akan dilangsungkan tahun ini namun belum diketahui tanggal pasti pelaksanaannya.

“Rencana tahun ini akan dilaksanakan pembangunan tembok sudah beberapa kali survei ke lokasi yang dimaksud. Anggarannya sudah siap, karena sudah jadi DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran) 2019,” ujar Dany.

Dany juga mengakui bahwa sering ada pengunjung ilegal yang masuk lewat jalan yang rusak itu tanpa sepengetahuan pengawas.

Makanya tahun ini mau dipagar kembali. Kini dengan jumlah tenaga pamdal di Hutan Kota Srengseng hanya enam orang, mereka mencoba memaksimalkan tenaga yang ada untuk pengawasan yang lebih ketat.

Setiap hari mereka membagi jam kerja menjadi dua sif untuk mencegah hal yang tidak diinginkan. Masing-masing shift sekitar 12 jam akan dijaga sebanyak tiga orang.

“Shift satu masuk dari jam 07.00 ke jam 17.00 WIB, ketika itu shift dua kita liburkan. Nanti kalau sudah jam 17.00 WIB, akan ada serah terima tugas ke sif dua. Lalu shift dua akan bekerja dari pukul 17.00 hingga pukul 07.00 WIB besoknya,” jelas Rojak.

Meski bekerja selama 12 jam, Rojak tak mau mengeluh. Malah ia mensyukuri kerja saat ini mengamankan hutan. Menurutnya setiap pekerjaan ada suka dukanya sendiri, hanya tergantung manusia yang menjalaninya saja.

Baca juga: Hutan Kota Srengseng alternatif lokasi libur lebaran

Baca juga: Anies tinjau kondisi jembatan gantung di Srengseng Sawah
 

Oleh Taufik Ridwan dan Abdu Faisal
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Fadli Zon: Tidak ada kampanye di Munajat 212

Kalau diminta oleh masyarakat apalagi dalam rangka mengawasi dan menyerap aspirasi, ya kita perlu datang.”

Jakarta (ANTARA) – Jakarta (ANTARA News) – Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengatakan tidak ada kampanye selama berlangsung kegiatan Malam Munajat 212 di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada 21 Februari 2019.

Fadli yang juga menjabat sebagai Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN), Senin mengatakan, dirinya diundang ke acara tersebut dalam kapasitas sebagai Wakil Ketua DPR RI.

“Saya diundang panitia sebagai Wakil Ketua DPR dan tentu saja tidak melakukan kegiatan kampanye,” katanya.

Baca juga: Bawaslu DKI undang Fadli Zon terkait Malam Munajat 212

Fadli mengatakan bahwa sebagai Wakil Ketua DPR RI, dirinya perlu datang jika diundang oleh masyarakat pada acara tertentu.

“Kalau diminta oleh masyarakat apalagi dalam rangka mengawasi dan menyerap aspirasi, ya kita perlu datang. Tugas ini konstitusional dan dilindungi oleh undang-undang,” ujarnya.

Selain dirinya, acara tersebut juga dihadiri pejabat tinggi negara, seperti Ketua MPR  Zulkifli Hasan, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid serta Wakil Ketua DPR  Fahri Hamzah.

Sebelumnya, Bawaslu DKI sudah melayangkan dua undangan kepada Fadli yang tidak bisa dipenuhi karena sedang berada di luar negeri.

Fadli akhirnya memenuhi undangan Bawaslu setelah dilayangkan undangan ketiga. Dia kemudian menjalani pemeriksaan selama 45 menit serta disodorkan 10 pertanyaan.

Fadli datang dengan didampingi Riza Patria, Habiburokhman dan Ali Lubis.

Baca juga: Neno Warisman mangkir dari panggilan terakhir Bawaslu DKI
Baca juga: Bawaslu DKI akan undang FPI terkait Munajat 212
Baca juga: MUI DKI: Munajat 212 bukan acara kami
Baca juga: MUI sayangkan munajat 212 politis
Baca juga: Sebanyak 12.000 personel gabungan mengamankan Malam Munajat 212

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kapolres Jakpus kemudikan sendiri mobil tangki yang dibajak

Jakarta (ANTARA) – Kapolres Metro Jakarta Pusat mengemudikan sendiri mobil tangki Pertamina yang dibajak di wilayah Ancol, Senin pagi, untuk diarahkan ke lokasi demonstrasi di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat.

“Setelah dimediasi dan diminta baik-baik karena di dalamnya penuh dengan BBM, kita bisa mengamankan mobil tangki tersebut. Kapolres Jakpus sendiri yang membawa untuk diamankan tadi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Harry Kurniawan, saat dikonfirmasi di lokasi lainnya, membenarkan hal tersebut, dirinya mengaku mengemudikan salah satu dari dua tangki yang dibajak tersebut untuk diarahkan ke Polres Metro Jakarta Utara.

“Iya saya kemudikan sendiri dari lokasi demo di Monas ke Polres Jakarta Utara. Satu unit tangki lagi yang bawa Kasat Sabhara Jakarta Pusat,” ujar Harry.

Harry menyebut pengamanan kendaraan bbm tersebut dikarenakan mobil tangki itu penuh dengan bahan bakar yang memiliki potensi sangat berbahaya, terlebih jika tersulut dengan api.

Untuk demonstrasi sendiri, Harry menyebut kondisinya terkendali, tidak terjadi sesuatu yang bisa membahayakan para demonstran ataupun warga masyarakat lainnya.

“Demo sendiri kondisinya kondusif tidak terjadi sesuatu yang membahayakan,” ucap Harry menambahkan.

Diketahui, dua mobil tangki PT Pertamina pada Senin pagi tadi sekitar pukul 05.00 WIB, dihadang dan dilarikan orang tidak dikenal menuju arah Istana Merdeka.

Dua mobil tangki yang dihadang dan dilarikan itu masing-masing bernomor polisi B 9214 TFU dan B 9575 UU serta dikemudikan Muslih bin Engkon dan Cepi Khaerul.

Dua mobil tangki BBM yang memiliki ukuran 32 Kilo Liter (KL) itu berisi biosolar dalam kondisi penuh dan akan melakukan pengiriman biosolar dengan tujuan SPBU area Tangerang.

Saat hendak memasuki pintu Tol Ancol, tiba-tiba ada sekelompok orang sekitar 10 orang turun dari sebuah mobil sejenis pick up mengambil alih kemudi sambil membentak-bentak sopor alias awak mobil tangki.

Kasus ini dibuatkan laporan dengan tipe A (polisi membuat laporan sendiri) dan diproses di Polres Metro Jakarta Utara. Saat ini, pihak kepolisian sedang melakukan pemeriksaan pada sopir dan kernet mobil tangki tersebut untuk mendapatkan cerita secara detil kejadian tersebut. 

Baca juga: Truk tangki Pertamina yang dibajak telah dikawal ke SPBU tujuan

Baca juga: Sopir dan kernet diperiksa terkait pembajakan truk tangki Pertamina

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sopir dan kernet diperiksa terkait pembajakan truk tangki Pertamina

Jakarta (ANTARA) – Polda Metro Jaya mengatakan sopir dan kernet dua truk tangki BBM Pertamina yang dibajak di sekitar gerbang tol Ancol, saat ini sedang dimintai keterangan untuk menceritakan secara detil kejadian pembajakan tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, mengatakan karena saat ini sedang proses pemeriksaan pada korban, polisi belum bisa menentukan tersangka dan pasal apa yang akan dikenakan.

“Kernet dan sopir saat ini sedang dimintai keterangan. Kalau sudah didapatkan keterangan kita akan mengetahui motifnya apa dan pasal yang dilanggarnya apa karena itu kan tergantung fakta lapangan,” kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin.

Argo menerangkan karena kejadian tersebut terjadi di Ancol yang merupakan wilayah hukum Jakarta Utara, kasus tersebut ditangani oleh Polres Jakarta Utara.

“Untuk laporannya adalah tipe A (polisi membuat laporan sendiri) dan ini masih ditangani oleh Polres Jakarta Utara,” kata Argo.

Diketahui, dua mobil tangki PT Pertamina sekitar pukul 05.00 WIB Senin pagi tadi dihadang dan dilarikan orang tidak dikenal menuju arah Istana Merdeka ke tempat aksi demonstrasi.

Dua mobil tangki yang dihadang dan dilarikan itu masing-masing bernomor polisi B 9214 TFU dan B 9575 UU serta dikemudikan Muslih bin Engkon dan Cepi Khaerul.

Dua mobil tangki BBM yang memuat BBM jenis biosolar 32 kiloliter (Kl)  itu akan melakukan pengiriman biosolar dengan tujuan SPBU area Tangerang.

Saat hendak memasuki pintu Toll Ancol, tiba-tiba ada sekelompok orang, sekitar 10 orang turun dari sebuah mobil sejenis pick up mengambil alih kemudi sambil membentak-bentak sopir alias awak mobil tangki.

“Setelah dimediasi dan diminta secara baik-baik karena kan ada BBM penuh di dalamnya, saat ini mobil tangki tersebut bisa diamankan dan Kapolres Jakpus sendiri yang mengemudikan tadi,” kata Argo menambahkan.

Baca juga: Pembajakan truk tangki tak pengaruhi pasokan BBM
Baca juga: Pertamina siapkan pengawalan pasca pembajakan truk tangki

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pembajakan truk tangki tak pengaruhi pasokan BBM

Jakarta (ANTARA) – Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III menjamin pasokan BBM ke wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten tidak terganggu pasca pembajakan dua truk tangki Pertamina yang terjadi pada Senin (18/3), pada pukul 05.00 WIB di pintu Tol Ancol, Jakarta Utara.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR III, Dewi Sri Utami menjelaskan rantai distribusi BBM di wilayah menjadi tanggung jawab MOR III tidak mengalami gangguan.

“Distrbusi normal, tidak terganggu (oleh peristiwa pembajakan),” ujar Dewi saat dihubungi Antara, Senin.

Dua mobil tangki yang dibajak tersebut adalah truk tangki berkapasitas 32 kiloliter, yang baru saja berangkat dari Depo Plumpang untuk mengirim BBM jenis biosolar ke SPBU di Tol Jakarta-Merak KM 13,5.

Dewi menjelaskan bahwa pihaknya langsung mengirimkan truk pengganti ke SPBU tujuan.

“Untuk penyaluran ke SPBU terkait sudah langsung dikirim truk pengganti, jadi tidak ada kendala distribusi,” tambahnya.

Selain itu, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III dan Patra Niaga selaku operator truk tangki Pertamina akan berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk mengamankan operasional truk tangki dan mencegah terulangnya insiden pembajak truk.

Kedua truk tersebut kini sudah diamankan oleh pihak kepolisian dan akan segera dikembalikan ke Depo Pertamina Plumpang.

Sementara itu, Humas Serikat Pekerja Awak Mobil Tangki (SP-AMT) Wadi Atmawijaya membantah telah terjadi pembajakan truk tangki. Kata dia, anggota serikat mengajak sopir pembawa truk tangki untuk membawanya ke depan halaman Monas.

“Kita ajak untuk ke Monas dan dia mau. Bukan pembajakan, karena mungkin sopir memiliki empati terhadap kami yang di-PHK,” ujar Wadi.

Dia beralasan, aksinya ini sebagai kekecewaan terhadap PT Pertamina Patra Niaga terkait di PHK-nya ribuan awak mobil tangki, tidak diangkatnya sebagai karyawan tetap, serta tidak ada upah proses selama 21 bulan sejak di PHK.

Baca juga: Pertamina siapkan pengawalan pasca pembajakan truk tangki
Baca juga: Polisi: truk tangki Pertamina dihadang dibawa ke lokasi demo

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pertamina siapkan pengawalan pasca pembajakan truk tangki

Jakarta (ANTARA) – Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III dan Patra Niaga selaku operator truk tangki Pertamina akan berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk mengamankan kegiatan operasional truk tangki dan mencegah terulangnya insiden pembajakan truk.

“Pertamina dan Patra Niaga akan berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk mengamankan seluruh mobil tangki, jadi minta pengawalan mobil tangki saat keluar dari Depo Plumpang menuju masuk tol dan sebagainya,” ujar Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR III, Dewi Sri Utami, saat dihubungi Antara, Senin.

Dijelaskan Dewi, pihaknya dan Patra Niaga telah berkoordinasi dengan Polisi-TNI untuk mengawal dan mengamankan sejumlah titik yang dianggap berpotensi untuk dilakukan pembajakan.

Dewi menyebut langkah tersebut hanya sebagai antisipasi agar pasokan BBM yang di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten tidak terganggu oleh aksi tersebut.

Dewi juga memastikan aksi pembajakan tersebut sudah dilaporkan ke pihak berwajib.

Dua mobil tangki yang dibajak tersebut berkapasitas 32 kiloliter (Kl)  yang baru saja berangkat dari Depo Plumpang untuk mengirim BBM jenis biosolar ke SPBU di Tol Jakarta-Merak KM 13,5.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, truk tangki tersebut dibajak pada pukul 05.00 WIB saat akan memasuki Tol Ancol, Jakarta Utara.

Sedangkan kedua truk tersebut kini sudah diamankan oleh pihak kepolisian dan akan segera dikembalikan ke Depo Pertamina Plumpang.

Baca juga: Polrestro Jakpus amankan dua truk tangki Pertamina
Baca juga: Polisi: truk tangki Pertamina dihadang dibawa ke lokasi demo

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

SP AMT tagih janji pemerintah terkait penyelesaian hak pegawai

Jakarta (ANTARA) – Serikat Pekerja Awak Mobil Tangki (SP-AMT) Pertamina menagih janji Presiden Joko Widodo terkait komitmennya yang akan segera menyelesaikan hak pegawai yang di PHK secara sepihak.

“Kenapa kita bergerak, karena dari mulai 2017 selaku anak perusahaan BUMN mem-PHK kami, yang mayoritas semua pekerja berpuluh-puluh tahun. Mereka di PHK secara tidak manusiawi hanya melalui SMS tanpa ada hak-hak sedikitpun yang dibayarkan,” ujar Humas SP-AMT Wadi Atmawijaya, di Jakarta, Senin.

Menurut dia, permasalahan antara SP AMT dengan anak perusahaan Pertamina yakni PT Pertamina Patra Niaga dan Elnusa Petrofin sudah terjadi pada 2017 lalu.

Sebanyak 1.095 di-PHK secara sepihak tanpa ada proses pengganti uang pesangon. Beberapa upaya telah mereka lakukan seperti menggelar mediasi dengan Kemenaker, Kantor Staf Presiden (KSP), hingga bertemu langsung dengan presiden. Namun, kata dia, dari seluruh mediasi yang sempat dilakukan, tak ada titik temu di antara buruh dan perusahaan.

Terkait aksi pembajakan truk tangki milik Pertamina pada Senin, menurutnya, hal ini merupakan buntut dari kekecewaan buruh.

“Dasar dari itu, kita menagih komitmen Pak Presiden Jokowi pasca pertemuan. Beliau akan menyelesaikan secepatnya menyelesaikan, tapi penyelesaian tidak juga kunjung kita dapatkan,” kata dia.

Adapun yang menjadi tuntutan mereka seperti pengangkatan karyawan tetap dan pembayaran uang lembur. Mereka juga meminta tidak dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak dan meminta uang pensiun. Usai adanya aksi pembajakan truk tangki, rencananya pada Rabu (20/3), AMT bersama PT Pertamina Patra Niaga dan Elnusa Petrofin akan kembali menggelar mediasi penyelesaian tuntutan buruh.

Apabila dalam mediasi kembali menemui titik buntu, SP-AMT berjanji akan kembali menggelar aksi besar-besaran.

“Jika hari Rabu tidak juga ada titik penyelesaian, pihak perusahaan tidak mau menyelesaikan, kami akan melakukan aksi yang di luar kemampuan, di luar kewajaran bahkan kami akan melakukan aksi-aksi kejutan lainnya,” kata dia.

Sementara itu, Manager Coorporate PT Pertamina Patra Niaga Herman mengatakan AMT berasal dari perusahaan pemborong pekerjaan pengangkutan yang bekerja sama dengan PT Pertamina Patra Niaga, yaitu PT Garda Utama Nasional, PT Ceria Utama Abadi, PT Absolute Service, PT Prima Perkasa Mandiri, PT Ardina Prima, dan PT Cahaya Andika Tamara.

“Mereka adalah pekerja vendor dari Pertamina Patra Niaga, ada beberapa vendor. Saat ini mereka tidak bekerja eks pekerja vendor,” kata dia.

Menurut dia, permasalahan yang menjadi tuntutan buruh masih dalam tahap negosiasi. Saat ini, kata dia, PT Pertamina Patra Niaga masih mengkaji proposal tuntutan yang diajukan buruh.

“Kita sedang menggodok proposal artinya sudah menerima proposal mereka kemudian kita godok apakah proposal mereka bisa kita tindak lanjut atau tidak,” kata dia.

Usai mengagendakan pertemuan pada Rabu mendatang, massa buruh kemudian membubarkan diri yang sejak dari pagi berunjuk rasa di halaman depan Monas.

Baca juga: Pertamina siapkan pengawalan pasca pembajakan truk tangki

Baca juga: Polrestro Jakpus amankan dua truk tangki Pertamina

Pewarta: Taufik Ridwan dan Asep Firmansyah
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Polrestro Jakpus amankan dua truk tangki Pertamina

Jakarta (ANTARA) – Kepolisian Resort Metropolitan Jakarta Pusat telah mengamankan dua truk tangki milik Pertamina yang sempat dibajak oleh pendemo dari Serikat Pekerja Awak Mobil Tangki (SP-AMT) dan saat ini keduanya berada di Monumen Nasional (Monas)

Truk tangki tersebut dibajak pada pukul 05.00 WIB saat akan memasuki Tol Ancol, Jakarta Utara. Pembajakan mobil tangki terjadi saat akan mengirim BBM dengan tujuan SPBU area Tangerang.

“Kendaraan sudah kami amankan dan akan segera kita kembalikan lagi ke wilayah Plumpang,” ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan di Jakarta, Senin.

Menurut Harry, kendaraan tersebut diamankan pada pukul 08.00 WIB saat berada di Silang Monas, tempat SP-AMT menggelar unjuk rasa.

Usai mengamankan truk tangki, pihak Polres Metro langsung memanggil PT Garda Utama Nasional (GUN), selaku transportir BBM dan perwakilan massa aksi untuk melakukan mediasi.

“Kami mendapat laporan dari PT GUN, mobil yang seharusnya menuju salah satu tujuan ternyata tidak sampai tujuan dan ada di wilayah Monas ini. Kita akan serahkan ke Polres Jakarta Utara yang mana TKP awalnya di Jakarta Utara,” kata Harry. Dua truk tanki milik pertamina yang sempat dibajak Serikat Pekerja Awak Mobil Tanki telah diamankan Polres Metro Jakarta Pusat dan kini berada di Monumen Nasional, Senin (18/3/2019). (ANTARA News/Asep Firmansyah)

Sementara itu, Humas SP-AMT Wadi Atmawijaya membantah telah terjadi pembajakan truk tangki. Kata dia, anggota serikat mengajak sopir pembawa truk tangki untuk membawanya ke depan halaman Monas.

“Kita ajak untuk ke Monas dan dia mau. Bukan pembajakan, karena mungkin sopir memiliki empati terhadap kami yang di-PHK,” ujar Wadi.

Dia beralasan, aksinya ini sebagai kekecewaan terhadap PT Pertamina Patra Niaga terkait di PHK-nya ribuan awak mobil tangki, tidak diangkatnya sebagai karyawan tetap, serta tidak ada upah proses selama 21 bulan sejak di PHK.

Baca juga: Polisi: truk tangki Pertamina dihadang dibawa ke lokasi demo
Baca juga: Dua mobil tangki Pertamina dilarikan ke depan Istana Presiden

Pewarta: Taufik Ridwan dan Asep Firmansyah
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sebuah gudang di Penjaringan ludes dilalap “si jago merah”

Jakarta (ANTARA) – Sebuah gudang di Komplek Pergudangan Elang Laut, Jalan Dokter Kamal Muara 7, Kelurahan Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, ludes dilalap si jago merah pada Senin (18/3) siang.

Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara, Satriadi Gunawan, mengatakan pihaknya menerima laporan adanya kebakaran sekira pukul 10.05 WIB.

“Unit meluncur pukul 10.07 WIB dan tiba di lokasi pukul 10.11 WIB,” kata Satriadi.

Satriadi menambahkan saat ini api sudah berhasil dikendalikan dan mulai proses pendinginan sekitar pukul 11.16 WIB.

“Proses pemadaman selesai pada pukul 11.47 WIB,” ujarnya.

Sebanyak 12 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api.

Sedangkan nilai kerugian maupun penyebab dari kebakaran ini belum dapat dipastikan.

Hingga berita ini diturunkan belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dua mobil tangki Pertamina dilarikan ke depan Istana Presiden

Jakarta (ANTARA) – Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR III, Dewi Sri Utamii, membenarkan ada dua mobil tangki biosolar Pertamina dibajak ketika akan memasuki Gerbang Tol Ancol kemudian dibawa ke lokasi aksi di depan Istana Presiden, Jakarta Pusat pada sekitar pukul 05.00 WIB, Senin.

“Setelah keluar dari Depo Plumpang mobil tangki menuju pintuTol Ancol, tiba-tiba ada sekitar 10 orang turun dan beberapa oknum yang mencegat dengan kendaraan pick-up dan meminta sopir alias awak mobil tangki untuk turun,” kata Dewi saat dihubungi Antara di Jakarta, Senin.

Dua mobil tangki yang dihadang dan dilarikan itu berkapasitas 32 Kilo Liter (KL) yang akan mengirim biosolar ke SPBU di area Tol Jakarta-Merak.

“Proses laporan hukumnya sudah diproses oleh Patra Niaga,” kata Dewi.

Dewi menegaskan bahwa peristiwa ini adalah tindak kriminal karena truk tersebut dirampas dan akan berkoordinasi dengan pihak keamanan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tasawuf Underground, melawan stigma negatif anak “punk”

Jakarta (ANTARA) –

“Jangan heran melihat orang bertato shalat dan mengaji di masjid. Heranlah dengan orang tak bertato yang tak pernah shalat dan mengaji di masjid,”

Perkataan itu terucap di bibir Achil (28), seorang pemuda punk penuh tato di sekujur tubuhnya, yang memilih jalan berhijrah dengan bergabung di komunitas Tasawuf Underground.

Tasawuf Underground ini dibentuk oleh Halim Ambiya, seorang dosen di salah satu perguruan tinggi negeri di Jakarta, yang tergerak untuk membuat sebuah pergerakan mengaji di jalanan.

Setiap Jumat dan Sabtu mulai pukul 14.00 hingga 17.00 WIB, komunitas Tasawuf Underground ini rutin menggelar pengajian mulai belajar huruf hijaiyah hingga kajian pembenahan agama Islam dan mental di kolong jembatan Tebet, Jakarta Selatan. Dengan tujuan, mengenalkan kembali agama serta mengubah stigma masyarakat akan anak-anak punk dan jalanan.

Achil merupakan satu dari puluhan anak punk jalanan di Tebet yang kerap dicap sebagai salah satu masalah sosial. Melawan norma sosial, sekujur tubuhnya dipenuhi rajam tato, baju kucel, dan beranting menjadi ciri khas mereka.

Sembari menghela nafas dalam-dalam, Achil sadar bahwa suatu kewajaran apabila sebagian masyarakat masih memandang rendah anak-anak berpenampilan urakan.

Namun, kehidupannya mulai berubah sejak mengenal Halim Ambiya sejak awal 2019. Halim mengenalkan puluhan anak-anak jalanan untuk kembali belajar mengenal agama dan kehidupan yang lebih baik. Hanya beralaskan tikar dan baliho bekas kampanye, ia mengajarkan mengenai huruf Hijaiyah serta arti hidup di dunia.

Komunitas Tasawuf Underground ini telah ada sejak tujuh tahun yang lalu, namun baru berjalan di kolong jembatan Tebet pada akhir 2018. Mereka rutin belajar agama seperti membaca Iqra maupun kajian-kajian religi lainnya. Di komandoi Halim Ambiya, pendiri Tasawuf Underground, yang membimbing mereka melafalkan huruf Hijaiyah meski terbata-bata.

Halim menceritakan, gerakan Tasawuf Underground berawal dari kekhawatirannya terhadap anak-anak Punk jalanan. Asesoris yang melekat pada diri mereka selalu dikaitkan sebagai citra buruk oleh sebagian kalangan masyarakat. Ia meyakini bahwa setiap manusia memiliki hak dan kewajiban yang sama, baik di tataran sosial maupun hubungan bersama Tuhannya.

“Tiga tahun lalu ada fenomena di mana kaum urban tidak peduli dengan anak jalanan dan punk yang dianggap sampah. Sesuatu yang menggangu secara sosial, padahal ini merupakan efek dari banyak hal dari kehidupan kita,” ujar Halim.

Mengajak anak-anak jalanan untuk mengaji bukanlah perkara mudah. Lika-liku perjalanan mewarnai setiap langkah Halim. Namun, dengan tekad yang kuat serta pendekatan yang humanis, mereka secara perlahan mulai mau mengubah pola hidupnya. Mereka berasal dari berbagai latar belakang seperti pengamen, sopir angkot, kernet bus, hingga pengemis.

Saat ini terdapat 40 orang yang mengikuti kajian agama di kolong Jembatan Tebet. Dibantu sejumlah relawan lintas sosial, mereka belajar mengenai Islam dan menuju hidup yang lebih baik.

Anak-anak punk itu berasal dari berbagai wilayah seperti Depok, Bekasi, Tangerang, hingga provinsi lain seperti Jawa Timur. Mayoritas berasal dari sekitaran ibukota. Mereka yang berasal dari luar DKI, mulanya bermigrasi untuk mendapatkan kehidupan yang layak. Nasib tidak berpihak, mereka justru harus menyerah pada kerasnya kehidupan ibukota dan menggelandang di jalanan Jakarta.

Melawan stigma

Hidup di jalanan bukanlah menjadi pilihan mereka, namun kondisi lingkungan yang tak berpihak membuat anak-anak jalanan ini mau tak mau harus menyerah pada nasib. Mayoritas anak-anak punk jalanan ini korban dari kekerasan keluarga, perceraian, hingga ada yang tak tahu ayah maupun ibunya.

Identitas urakan yang melekat menjadi problema tersendiri. Mereka sadar bahwa mengubah pendangan masyarakat bukanlah perkara mudah. Namun, satu hal yang diyakini, bahwa Tuhan tak pernah gugur dalam menilai umatnya.

Waktu menunjukkan pukul 15.30 WIB, lantunan azan, lirih menggema semesta. Pria berbadan kurus mengingatkan yang lainnya untuk segera bergegas menuju masjid. Dia adalah Apriansyah (21).

Pria yang kedua tangannya dipenuhi rajahan tinta hitam adalah seseorang yang menghabiskan hari-harinya dengan memetik senar gitar kecilnya di kawasan Jakarta dan kolong jembatan depan stasiun Tebet. Tatapan matanya yang tajam, kulit legamnya yang terbakar matahari langsung mengubah pandangan negatif saat mengajak salat.

“Sebelum saya di kolong jembatan ini saya ngamen, nongkrong, ngamen muter nyari duit bolak balik ke Depok, Manggarai nyari duit, akhirnya nongkrong dekat stasiun sini” kenangnya sambil memegang tatonya. Sejumlah anak punk di komunitas Tasawuf Underground sedang berdoa seusai melaksanakan salat. (Foto Istimewa)

Afriansyah bercerita, dulu ia tak pernah tahu akan huruf Hijaiyah atau tata cara menyucikan diri. Situasi berbalik saat ia bertemu dengan seseorang yang baru dikenali melontarkan pertanyaan.

“Dia bertanya,  Kamu tahu puluhan lagu, tapi berapa surat Alquran yang kamu hapal?” ucapnya menirukan.

Pertanyaan itu membuat dirinya merasa terpukul bahwa selama ini ia sangat jauh dengan Sang Pencipta. Berjalan jauh hingga ke Tebet, akhirnya ia menemukan wadah yang akan membuat hidupnya berubah dan merasa dekat dengan Tuhan.

Hal serupa dirasakan Irfan Saputra (20). Melawan stigma negatif memerlukan waktu yang panjang. Hidup sebagai anak punk, tidak jarang Irfan dipandang sebelah mata oleh orang-orang. Misalnya, orang-orang yang sedang bermain ponsel di angkot akan tiba-tiba memasukkan ponselnya ke dalam tas jika Irfan dan kawannya ngamen.

“Kadang kalau lewat kemana aja itu diliatin, diomongin dari belakang. Saya mah gak peduli lah orang saya gak ada niat apa-apa. Cuma niat menjemput rezeki,” ujarnya.

Menjadi orang yang tinggal di kolong jembatan dan pengalaman ditangkap satpol PP pun sering ia alami. Salah satunya adalah ketika dulu ia masih tidur di bawah kolong jembatan Matraman, Jakarta Timur pada tahun 2010. Satpol PP menangkapnya untuk kemudian dikirimkan ke Serpong, Tangerang. Di Serpong terdapat salah satu tempat dikumpulkannya para penyandang masalah kesejahteraan sosial.

Kini ia menemukan rumah baru dengan teman-teman yang sudah seperti keluarga sedarah. Jika, ada salah satu kawannya mengalami masalah, mereka bahu berupaya untuk membantu dengan catatan tidak melakukan aksi kriminalitas.

“Kami berkumpul tidak hanya mengaji tapi mengadvokasi teman-teman yang terkena masalah,” ujar Halim menimpali percakapan.

Stigma negatif perlahan mulai pudar meski perlu waktu panjang untuk benar-benar mengubah pandangan masyarakat. Hal itu tercermin dari berbagai relawan yang juga ikut membantu Halim mengajar. Seperti dilakukan Ahmad, seorang psikolog asal DKI Jakarta. Saat tidak ada pekerjaan menumpuk, ia selalu menyempatkan diri ke kolong jembatan Tebet.

Ia membantu puluhan anak-anak punk dalam hal Trauma Healing. Anak-anak punk diajarkan mengenai konsep hidup dan menjadi manusia yang lebih bermanfaat.

Para relawan lain pun membuka jalan kepada anak-anak punk untuk bisa meraih hak hidup yang layak. Beberapa orang di antara mereka bahkan telah bekerja sebagai barista di suatu kafe dan menjadi penjaga toko, sementara sisanya berjualan di depan Stasiun Tebet.

“Kami berharap agar mereka tidak bergantung hidup di jalanan tapi memiliki perkerjaan yang lebih menguntungkan bagi kehidupan mereka,” kata Halim.

Perjuangan untuk bisa lepas dari ketergantungan kehidupan jalanan pun secara perlahan hilang. Sebagian dari mereka tidak tidur di kolong jembatan, namun secara patungan untuk menyewa kamar kos di sekitaran Tebet.

Oleh Taufik Ridwan dan Asep Firmansyah
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Polisi: truk tangki Pertamina dihadang dibawa ke lokasi demo

Jakarta (ANTARA) – Pihak Polres Metro Jakarta Pusat menyatakan dua truk tangki yang dihadang pekerja dibawa ke lokasi demo di depan Istana Presiden Jalan Medan Merdeka Utara.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Polisi Harry Kurniawan dikonfirmasi di Jakarta, Senin, mengatakan massa aksi yang berunjuk rasa membawa dua truk bahan bakar minyak milik Pertamina itu ke lokasi aksi.

“Ada di tengah-tengah massa aksi,” ujar Kombes Polisi Harry Kurniawan.

Berdasarkan informasi, para pekerja “outsorching” itu membawa dua truk tangki yang sedang beroperasi di sekitar Jakarta Utara pada Senin pagi sekitar pukul 05.00 WIB.

Dua sopir truk dipaksa turun oleh sejumlah orang tidak dikenal, kemudian orang tersebut membawa truk tangki mengangkut 32.000 liter biosolar itu menuju Istana Presiden untuk berunjuk rasa.

Dikatakan Harry, para pengunjuk rasa melakukan aksi secara tertib dan situasi masih kondusif, serta terkendali dengan kawalan sejumlah petugas Polres Metro Jakarta Pusat.

Pewarta: Taufik Ridwan
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Adu yel-yel pendukung kedua pasangan ramaikan lokasi Debat Cawapres

Jakarta (ANTARA) – Suasana lobi Golden Ballroom Hotel Sultan mendadak ramai dengan adu yel-yel yang diserukan oleh pendukung kedua pasangan capres-cawapres beberapa saat sebelum acara Debat Cawapres dimulai.

Hingga sekitar pukul 19.45 WIB kedua kubu semakin riuh menyerukan yel-yel yang sudah dipersiapkan. Adu yel-yel tersebut membuat suasana di sekitar Hotel Sultan menjadi sangat padat, ramai, sekaligus bising.

Adu yel-yel kedua kubu ini berlangsung di lobi Golden Ballroom yang sejatinya adalah pintu masuk khusus tamu undangan VIP.

Meski tak bisa masuk ke arena debat, mereka tetap datang dengan sukarela untuk mendukung Cawapres 02 Sandiaga Uno dan mulai menyerukan yel-yel, menyanyikan lagu-lagu kebangsaan serta menyerukan takbir sejak sekitar pukul 19.00 WIB

Tak ingin kalah, para pendukung Cawapres 01 Ma’ruf Amin kemudian ikut melantunkan selawat serta menyerukan yel-yel dukungan mereka, serta memainkan rebana dari berbagai ukuran yang telah mereka persiapkan.

Pantauan Antara di lokasi, karena suasana yang semakin riuh, pada sekitar pukul 19.50 petugas kepolisian kemudian turun dan mengimbau kedua kubu untuk tidak menimbulkan kegaduhan karena lobi Golden Ballroom seharusnya merupakan lokasi steril.

Untuk mencegah pendukung kedua pasangan capres-cawapres kembali berkumpul, polisi menyiagakan belasan personel di Lobi Golden Ballroom.

Pada debat putaran ketiga ini, tidak ada lokasi nobar (nonton bareng) yang disiapkan di sekitar Hotel Sultan karena petugas keamanan ingin menstrerilkan wilayah di sekitar lokasi debat Cawapres.

Sebanyak 4. 447 personel dari unsur TNI dan Polri yang terbagi dalam empat ring pengamanan dikerahkan untuk mengamankan debat putaran ketiga ini.

Selain meningkatkan jumlah personel, petugas juga akan menggelar patroli sepanjang berlangsungnya debat untuk mencegah dan mendeteksi dini apabila disinyalir ada potensi gangguan.

Baca juga: Suasana meriah nobar Relawan 01 di Rumah Aspirasi

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kebutuhan 25 siswa SMPN korban kebakaran Krukut terpenuhi

Jakarta (ANTARA) – Seragam dan kebutuhan sekolah bagi 25 siswa kelas IX SMPN 54 yang menjadi korban kebakaran di permukiman padat di Jalan Thalib III Dalam, Krukut, Taman Sari, Jakarta Barat, telah terpenuhi.

“Semua sudah kita penuhi, besok mereka ikut simulasi UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer),” kata Kepala Sekolah SMPN 54 Jakarta Barat, Ramadani yang ditemui di Jakarta Barat, Minggu.

Ramadani menyebutkan bahwa pada beberapa jam setelah kejadian musibah kebakaran pada Minggu (17/3) dini hari langsung melakukan pengecekan pada 25 siswa SMPN 54 Jakarta Barat.

Ia juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan terkait musibah yang menimpa siswanya. “Mereka (Dinas Pendidikan) sangat mengapresiasi dan tinggal datang ke SMK 35, kita melaksanakan UNBK di sana,” ujarnya.

Sementara sebagian dari 2.060 jiwa dari 665 jumlah kepala keluarga telah menempati tenda penampungan sementara dari Dinas Sosial tiga buah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta serta dua masjid terdekat, yakni Masjid Al-Aman dan Masjid Al-Ikhlas. Sejumlah warga korban dari kebakaran pemukiman padat menempati tenda penampungan sementara di Jalan Thalib III, Krukut, Taman Sari, Jakarta Barat, Minggu (17/3/2019). (ANTARA News/M Risyal Hidayat)

Berdasarkan data dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat, kebakaran diduga akibat korsleting atau hubungan pendek arus listrik.

“Sebanyak 305 Rumah di Jalan Thalib II dan III, RT 02, 03, 07, 08, 09, dan 10 RW 05 hangus terbakar,” kata Kasiop Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat, Rompis Romlih.

Ia merinci ada 34 unit mobil pemadam ke lokasi yang terdiri atas 24 unit dari Jakarta Barat, 6 unit dari Jakarta Pusat dan sisanya berasal dari kantor unit yang memadamkan kebakaran permukiman itu.

Pewarta: Taufik Ridwan dan M Risyal Hidayat
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mengembalikan budaya pasar tradisional melalui pembatasan plastik

Jakarta (ANTARA) – Pelarangan penggunaan kantong plastik sekali pakai di lingkungan ritel ibu kota tentu sudah tak asing lagi. Meski kini di banyak supermarket sudah tak lagi berbayar seperti beberapa waktu lalu dimana pembeli harus membayar lebih untuk memperoleh tas plastik belanjaan.

Wacana untuk melarang penggunaan kantong plastik baru-baru ini  tampaknya segera menyasar penjual di pasar-pasar tradisional, bukan saja di pasar modern.

Sebagai pusat belanja sebagian besar warga Jakarta, pasar tradisional Pasar Minggu sudah tak asing lagi dengan penggunaan tas plastik atau kantong ‘kresek’.

Namun, pedagang di Pasar tradisional Pasar Minggu, Jakarta Selatan, menganggap wacana pemerintah untuk melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai tidak mengkhawatirkan.

“Tidak apa-apa kalau tujuannya untuk mengurangi sampah,” kata Iroh (47), penjual ayam asal Tegal saat ditemui di Pasar Minggu, Jakarta, Rabu.

Ia mengaku menyadari pentingnya pengurangan sampah plastik karena bahan yang tak mudah terurai, namun, pemahaman harus diberikan kepada para pembeli, agar mereka dapat membawa tempat sendiri untuk barang belanjaan.

“Yang penting pembelinya mau,” kata Iroh.

Sementara itu, penjual lainnya Khotimah (52) asal Brebes, mengatakan bahwa selama ini sudah banyak pelanggan yang membawa wadah sendiri saat berbelanja.

“Kalau hari Minggu banyak orang perumahan bawanya toples,” jelasnya.

Apabila penggunaan kantong plastik sekali pakai dilarang nantinya, ia berharap agar pemerintah dapat mengimbau konsumen untuk membawa kantong atau wadah sendiri saat berbelanja.

Bawa Sendiri

Senada dengan Iroh dan Khotimah, penjual ikan di Pasar Minggu, Rohmat (48) berharap agar konsumen nantinya memiliki kesadaran untuk membawa tas belanja masing-masing.

“Jadi kalau kita tidak sedia plastik nanti tidak jadi masalah dan mereka tetap beli.” katanya.

Sebagian besar penjual di area Pasar Minggu masih menyediakan kantong plastik untuk para konsumen. Bahkan, beberapa pedagang menyediakan berbagai macam ukuran.

Tak hanya itu, di sekitar area pasar juga terlihat orang-orang yang berkeliling menjajakan kantong plastik eceran bagi pembeli yang membutuhkan.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Beracun dan Berbahaya Kementerian Lingkungan Hidup Rosa Vivien Ratnawati mengatakan bahwa kebijakan melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai nantinya juga akan menyasar pasar-pasar tradisional.

Saat ini, penerapan kebijakan tersebut baru diterapkan di sejumlah pusat perbelanjaan ritel modern.

Sementara itu, Direktur Eksekutif organisasi Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) DKI Jakarta Tubagus Soleh Ahmadi mengatakan bahwa penerapan sistem pasar tradisional bebas plastik mungkin akan membutuhkan waktu.

Mengubah kebiasaan yang telah lama terbangun di kalangan masyarakat memang tak dapat dilakukan dalam waktu  singkat, namun ia meyakini bahwa menghilangkan kebiasaan menggunakan kantong plastik sekali pakai di pasar tradisional tidak akan sulit karena hal itu sudah pernah dilakukan oleh generasi sebelumnya.

“Sebenarnya dulu orang tua kita sering membawa tas sendiri saat berbelanja ke pasar. Yang besar-besar, dari bahan anyaman. Itu sebenarnya kebudayaannya. Tapi, semenjak kantong plastik masuk, kebiasaannya berganti lagi,” katanya.

Perubahan paradigma, menurut Tubagus, bukan hal yang tak wajar di kalangan masyarakat.

“Jadi sebenarnya masalah kebiasaan. Kalau memang (pelarangan plastik) nantinya diberlakukan, masyarakat mau kok. Itu bukan hal yang tidak biasa,” katanya lagi.

Pembatasan penggunaan plastik sekali pakai di Jakarta diyakini dapat mulai dilakukan di tingkat provinsi atau kota.

“Sebenarnya tidak perlu menunggu kebijakan Menteri. Di tingkat provinsi juga bisa, sebenarnya di tingkat itu perlu Peraturan Gubernur,” katanya.

Aksi Pemerintah

Tak dapat dipungkiri bahwa produk plastik telah menjadi bagian dari kehidupan warga Jakarta. Sampah plastik yang menumpuk membuat Ibu Kota menyandang status darurat sampah plastik.

Meski demikian, Wakil Walikota Jakarta Selatan Isnawa Adji menilai bahwa plastik tak harus serta merta dimusuhi, namun penggunaannya harus dilakukan dengan bijak.

Saat ini, lanjut Isnawa, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang menyusun peraturan gubernur yang berkaitan dengan wadah ramah lingkungan. Seorang penjual di pasar tradisional Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (13/3/2019), menggunakan kantong plastik untuk jualannya. (ANTARA/Aria Cindyara)

Angka kantong plastik sekali pakai yang beredar di Ibu Kota setiap tahunnya telah menjadi perhatian pemerintah provinsi dan juga pemerintah kota.

“Setiap tahunnya ada 300 juta lembar kantong kresek yang beredar di area Jabotabek dan ini tidak bisa hancur di tanah, merusak lingkungan. Sekarang sedang disusun peraturan gubernur berkaitan dengan wadah ramah lingkungan,” katanya.

Nantinya, peraturan tersebut akan diterapkan tak hanya di toko-toko ritel namun juga di pasar tradisional di Ibu Kota. Lebih lanjut, Isnawa meyakini bahwa pengurangan sampah plastik tak dapat dilakukan melalui penetapan kebijakan saja, namun, harus ada pendidikan yang diterapkan kepada masyarakat.

“Caranya adalah melalui pengurangan sampah di sumber,” kata Isnawa yang juga merupakan mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

Salah satu langkah yang telah dimulai oleh pemerintah kota Jakarta Selatan adalah dengan mengkampanyekan pengurangan plastik sekali pakai ke sekolah-sekolah.

“Kita pun dalam beraktivitas misalnya, membawa tumbler (tempat minum) sendiri dan tidak lagi menggunakan styrofoam dan sedotan plastik. Kita mengajak siapapun untuk membawa kantong belanja sendiri yang ramah lingkungan,” jelasnya.

Mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai di pasar tradisional tak hanya bicara soal peraturan dan kebijakan, namun mengenai perubahan pola pikir warga Ibu Kota mengenai peran plastik dalam kehidupan sehari-hari.

Perubahan paradigma tentang penggunaan plastik harus dilakukan oleh semua pihak. Kebijakan yang dilaksanakan dengan baik tanpa disertai dengan kesadaran  dari masyarakat Jakarta, akan gagal.  

Baca juga: Perang atas sampah plastik, peroleh dukungan
Baca juga: Siap-siap, larangan pengunaan plastik akan menyasar pasar tradisional

Oleh Taufik Ridwan dan Aria CIndyara
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Polisi benarkan tangani kasus pembobolan bank tersangka RP

Jakarta (ANTARA) – Polda Metro Jaya membenarkan menangani kasus pembobolan ATM bank atau skimming dengan tersangka RP yang diduga merupakan salah satu pengurus di Tunas Indonesia Raya (Tidar), organisasi pemuda Partai Gerindra.

“Yang saya tahu polisi memang menangani kasus dugaan pencurian dan atau mengakses sistem milik orang lain/skimming sesuai dengan Laporan Polisi tanggal 11 feb 2019, korbannya salah satu bank swasta dan tersangkanya inisial RP,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Baca juga: Polisi ringkus sindikat pembobol ATM modus ganjal tusuk gigi di Medan

RP yang diduga juga merupakan kerabat calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto ditangkap atas dugaan pembobolan uang atau skimming bak BCA dengan kerugian yang ditimbulkan Rp300 juta.

“RP ditangkap di bilangan Jalan Jenderal Sudirman Jakarta Selatan pada 26 Februari 2019 lalu. Tersangka berinisial RP pekerjaan wiraswasta, alamat Menteng Jakpus. Kerugian Rp300 juta,” ujarnya.

Saat RP ditangkap, polisi mengamankan sejumlah barang bukti antara lain masker, kartu ATM, laptop dan ponsel.

Baca juga: Polisi dalami kasus pencucian uang pembobol BNI

“Masker saat tersangka mengakses di ATM, satu buah ATM, dua buah ATM warna putih yang sudah ada duplikasi data, laptop, HP dan peralatan skimming,” ucap dia.

Saat ditanya mengenai aliran dana hasil pembobolan yang santer beredar informasi bahwa uang yang didapat dari membobol ATM BCA itu mengalir ke ormas Tidar dan adik Prabowo, Hashim Djojohadikusumo, yang juga merupakan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, pihak kepolisian belum bisa memastikan kebenarannya.

“Belum ada info soal aliran dana,” kata Argo.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Korban kebakaran di Krukut tempati tenda penampungan

Jakarta (ANTARA) – Warga korban kebakaran pemukiman di kawasan Jalan Thalib, Kelurahan Krukut, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, menempati tenda penampungan sementara yang didirikan oleh Suku Dinas Sosial Jakarta Barat.

“Kami mulai menempati tenda (pengungsian) pukul 12 siang,” kata salah satu korban kebakaran itu, Kuswadi (49) di temui di Tenda Penampungan sementara, di Jalan Thalib II, Jakarta Barat, Minggu.

Dia bersama tiga anggota keluarganya dan para korban terdampak kebakaran sudah menerima sejumlah bantuan seperti makanan dan minuman.

Tapi dari semua bantuan tersebut, Kuswadi kesulitan untuk pakaian seragam sekolah dan buku pelajaran anaknya yang masih menempuh pendidikan di tingkat III SMP dan III SMK .

“Senin besok, dua anak kami ujian sekolah namun tidak mempunyai seragam sekolah dan buku pelajaran,” katanya sembari mengusap muka.

Sementara itu Camat Taman Sari, Jakarta Barat, Risan menjelaskan ada 2.060 jiwa dari 665 jumlah kepala keluarga korban kebakaran di kawasan itu. Beberapa warga korban kebakaran sementara menempati Masjid Jami Al Ikhlas dan Masjid Al Aman di RW 05.

“Warga menempati dua masjid terdekat, sementara enam korban luka bakar sudah dilarikan ke rumah sakit atau puskesmas terdekat,” katanya. Warga memilah barang pada rumah yang hangus terbakar di permukiman padat kawasan di Jalan Thalib 3, Krukut, Tamansari, Jakarta Barat, Minggu (17/3/2019). Kebakaran yang diduga akibat korsleting listrik tersebut membakar ratusan rumah padat penduduk. (ANTARA/M Risyal Hidayat)
Berdasarkan data dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat, kebakaran terjadi di Jalan Thalib 2 dan Jalan Thalib 3, Kelurahan Krukut, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, Minggu dini hari.

Sebanyak 34 unit mobil pemadam ke lokasi yang terdiri dari 24 unit dari Jakarta Barat, 6 unit dari Jakarta Pusat dan sisanya berasal dari kantor unit yang memadamkan kebakaran pemukiman padat.

Sementara penyebab serta jumlah rumah yang hangus terbakar di RT 02, 03, 07, 08, 09, dan 10 RW 05 masih dalam penyelidikan dan pendataan.

Pewarta: Sri Muryono dan M. Risyal Hidayat
Editor: Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pecinta alam ajak warga kurangi sampah plastik di “Car Free Day”

Jakarta (ANTARA) – Sebuah komunitas pecinta alam mengajak warga untuk mengurangi sampah plastik dengan cara menyediakan air mineral isi ulang secara gratis di “Car Free Day” atau hari bebas kendaraan di Jakarta.

“Sudah saatnya kita mengurangi membeli kemasan botol dan gelas air,” kata anggota Pecinta Alam Aranya Mahidara Jakarta, Sarif ketika ditemui di “Car Free Day” (CFD) di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu.

Baca juga: DPRD dorong ASN Jadi pelopor pemanfaatan bank sampah

Sarif mempunyai konsep menjual air mineral isi ulang dengan harga sukarela di CFD. Sasarannya hanya warga yang menggunakan tumbler pada Hari Bebas Kendaraan.

“Konsep ini berawal dari tukang jual bubur yang pernah saya temui, kalau membeli untuk dibungkus harus membawa tempat makan sendiri,” ujarnya bersemangat.

Kesadaran yang ingin digugah, yakni “bukan hanya membuang sampah pada tempatnya”. Tapi juga mengurangi sampah yang disumbangkan per harinya, terutama sampah plastik.

Baca juga: DKI ajak seluruh pihak wujudkan Jakarta bebas sampah

Menurut riset yang telah dia baca, per orang membuang sampah per harinya 700 gram atau anggap saja satu kilogram per orang. Bayangkan satu orang, satu kilogram dikali berapa orang masyarakat di Jakarta.

Dia menjelaskan bahwa penjualan air mineral isi ulang bagi pengguna tumbler tersebut bukan untuk mencari materi, namun untuk mengubah pola pikir yang belum tepat.

Baca juga: Jakarta Utara berkomitmen kurangi sampah plastik

“Makanya mulai saat ini membiasakan dengan membawa tumbler untuk tempat air minum dari pada membeli air mineral kemasan plastik dan semoga ada isi ulangnya,” katanya.

Dia berharap dari hal kecil yang baru dilakukannya pertama kali ini bisa berdampak besar pada lingkungan. Dia juga ingin kebiasaannya ini menular kepada masyarakat luas.

Pewarta: Sri Muryono dan M. Risyal Hidayat
Editor: Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Toilet “portable” disediakan bagi korban kebakaran di Jakarta Barat

Jakarta (ANTARA) – Tiga portable toilet dan satu mobile toilet atau toilet umum bukan permanen dimobilisasi ke lokasi kebakaran permukiman padat di Jalan Thalib 3, Kelurahan Krukut, Taman Sari, Jakarta Barat.

“Kami menerima portable toilet yang diletakkan di depan Masjid Al-Aman dan Masjid Al-Ikhlas bagi warga korban kebakaran,” kata Camat Taman Sari, Risan yang ditemui di tempat kejadian kebakaran, Jalan Thalib 3, Taman Sari, Jakarta Barat, Minggu.

Menurut Risan, tiga portable toilet dan satu mobile toilet berwarna oranye tersebut untuk mempermudah warga yang menjadi korban kebakaran.

“Pakaian layak, makanan ringan, bubur bayi dan minuman sudah kami distribusikan,” katanya.

Sementara sebagian dari 2.060 jiwa dari 665 jumlah kepala keluarga telah menempati tenda penampungan sementara dari Dinas Sosial tiga buah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta serta dua masjid terdekat.

Berdasarkan data dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat, kebakaran terjadi di Jalan Thalib 2 dan Jalan Thalib 3, Kelurahan Krukut, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, Minggu dini hari.

Sebanyak 34 unit mobil pemadam ke lokasi yang terdiri dari 24 unit dari Jakarta Barat, 6 unit dari Jakarta Pusat dan sisanya berasal dari kantor unit yang memadamkan kebakaran pemukiman padat.

Penyebab serta jumlah rumah yang hangus terbakar di RT 02, 03, 07, 08, 09, dan 10 RW 05 masih dalam penyelidikan dan pendataan.

Pewarta: Taufik Ridwan dan M Risyal Hidayat
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

4. 447 personel TNI-Polri amankan Debat Cawapres

Jakarta (ANTARA) – Sebanyak 4. 447 personel dari unsur TNI dan Polri dikerahkan untuk mengamankan Debat Calon Wakil Presiden antara Cawapres dengan nomor urut 01 Ma’ruf Amin dan Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno yang  dilaksanakan di Golden Ballroom Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Minggu.

“Pengamanan ini melibatkan 4.447 personel dari unsur TNI-Polri,” kata Wakapolda Metro Jaya Brigjen Wahyu Hadiningrat saat memimpin apel gabungan di depan gedung JCC, Minggu.

Selain TNI-Polri, tim pengamanan Debat Cawapres juga melibatkan personel dari Dishub dan Dinas Pemadam Kebakaran DKI.

Wahyu juga menyampaikan petugas menggelar patroli sepanjang berlangsungnya debat untuk mencegah dan mendeteksi gangguan keamanan.

“Siapkan patroli pemotor dan jalan. Sepanjang waktu debat, patroli jalan dari pintu 10 sampai ujung Parkir Timur,” kata Wahyu.

Pada Debat Capres bulan lalu sebuah ledakan dari petasan terjadi lokasi “nonton bareng” di Parkir Timur Senayan.

Ledakan itu terjadi hanya beberapa menit setelah debat antara Calon Presiden Joko Wododo dan Prabowo Subianto dimulai.

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sebelum Pilpres 2019 ETLE berkamera baru akan beroperasi

Jakarta (ANTARA) – Sebelum pemilihan presiden yang dijadwalkan pada 17 April 2019, tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dengan kamera yang diperbaharui yang disebut kamera cekpoin, akan beroperasi di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin setelah melewati proses instalasi dan sosialisasi.

“Proses instalasi akhir Maret mulai, lalu sosialisasi sekaligus pelatihan personel di pusat komando dan akan mulai beroperasi April sebelum Pilpres,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusuf, di Jakarta, Sabtu.

Secara total, pihak kepolisian akan memasang 10 kamera cekpoin di tittik-titik antara Bundaran Hotel Indonesia dan Bundaran Senayan, menambah kekuatan kamera ETLE sebelumnya yang terpasang di Simpang Patung Kuda, Simpang Kebon Sirih dan Simpang Sarinah.

Masih tetap menggunakan kamera berbasis Closed Circuit Television (CCTV) yang beroperasi selama 24 jam, kamera cekpoin tersebut disebut oleh kepolisian akan lebih canggih dari edisi sebelumnya.

Pada edisi sebelumnya, jenis-jenis pelanggaran yang dapat terdeteksi adalah pelanggaran ganjil-genap, pelanggaran marka dan rambu jalan, pelanggaran batas kecepatan, kesalahan jalur, kelebihan daya angkut dan dimensi, menerobos lampu merah, melawan arus, mengemudi dengan kecepatan melebihi batas, tidak menggunakan helm, tidak menggunakan sabuk pengaman dan menggunakan ponsel saat berkendara.

“Itu semua bisa terdeteksi, namun di kamera yang baru, itu bisa menembus ke kabin bagian depan dengan lebih jelas dan mendetil hingga tau dan langsung mendeteksi pelanggaran dan gangguan yang dialami pengemudi misalkan menggunakan hp bisa terlihat sampai gambar tangan mengoperasikan nomor-nomornya dan itu langsung dianggap pelanggaran. Lalu kamera juga bisa mengidentifikasi jenis kendaraan, warna kendaraan, bahkan emblem kendaraan, jadi bisa menghimpun semua data,” kata Yusuf.

Kamera cekpoin juga, kata Yusuf, akan dipasang speed radar atau pendeteksi kecepatan untuk mengidentifikasi pelanggaran batas kecepatan semua kendaraan yang akan diatur berdasarkan rambu-rambu yang ada di sebuah ruas jalan.

Adapun tujuan dari penambahan kekuatan tilang elektronik ini, ujar Yusuf, adalah untuk mengubah perilaku masyarakat agar lebih tertib dalam berlalu lintas.

“Karena untuk pengendalian sosial dan mindset masyarakat, bisa juga dengan pemanfaatan teknologi digital. Serta ini juga sebagai langkah transparansi kepolisian,” ucap dia.

Sistem ETLE sendiri, disebut-sebut telah menekan angka pelanggan, bahkan hingga sekitar 80 persen.

“Dulu sebelum ETLE, rata-rata ada hampir 800 pelanggaran sehari di ruas tersebut. Setelah ETLE, hanya rata-rata 20 pelanggaran. Artinya ada perubahan masyarakat jadi sadar karena sistem. Tapi ini juga harus terus dibantu oleh Pemprov dengan Dinas Perhubungannya dalam menyiapkan transportasi yang mumpuni bagi masyarakat. Polisi sendiri siap mendukung Jakarta jadi Smart City,” ucap Yusuf menambahkan. 

Baca juga: DKI Jakarta dukung tilang elektronik untuk pendapatan daerah

Baca juga: Mekanisme selama ujicoba tilang elekronik

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Polisi: Titik ETLE di jalur Transjakarta sudah dipetakan

Jakarta (ANTARA) – Ditlantas Polda Metro Jaya menyebut titik-titik yang akan ditempatkan kamera pemantau untuk sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di jalur Transjakarta dalam mencegah penerobosan jalurnya, sudah dipetakan secara internal oleh pengelola.

“Pihak Transjakarta sudah memetakan titik-titik koridor yang sangat rawan pelanggaran motor dan mobil yang masuk jalur Transjakarta. Nanti silahkan tanya mereka lebih jelasnya,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusuf di Jakarta, Sabtu.

Kamera-kamera tersebut, lanjut Yusuf, disediakan oleh pihak Transjakarta sendiri karena pihak kepolisian tidak memiliki aset untuk itu, sementara kepolisian akan membantu dalam penerapan sistem dan penindakannya.

“Kami gak punya kamera. Kami bantu sistem karena kami sudah proses studi banding dan uji kelaikan maka sistem kami digunakan dan tentu penindakannya seperti biasa sesuai peraturan yang berlaku,” ujar Yusuf.

Kendati demikian, Yusuf menyebut pihaknya belum mengetahui kapan sistem tersebut beroperasi di jalur Transjakarta meski dikatakannya pembahasan mengenai hal tersebut telah usai dilakukan.

Terkait dengan ETLE sendiri, pihak kepolisian akan memasang 10 kamera cekpoin di tittik-titik antara Bundaran Hotel Indonesia dan Bundaran Senayan, menambah kekuatan kamera ETLE sebelumnya yang terpasang di Simpang Patung Kuda, Simpang Kebon Sirih dan Simpang Sarinah.

Masih tetap menggunakan kamera berbasis Closed Circuit Television (CCTV) yang beroperasi selama 24 jam, kamera cekpoin tersebut disebut oleh kepolisian akan lebih canggih dari edisi sebelumnya.

Pada edisi sebelumnya, jenis-jenis pelanggaran yang dapat terdeteksi adalah pelanggaran ganjil-genap, pelanggaran marka dan rambu jalan, pelanggaran batas kecepatan, kesalahan jalur, kelebihan daya angkut dan dimensi, menerobos lampu merah, melawan arus, mengemudi dengan kecepatan melebihi batas, tidak menggunakan helm, tidak menggunakan sabuk pengaman dan menggunakan ponsel saat berkendara.

“Itu semua bisa terdeteksi, namun di kamera yang baru, itu bisa menembus ke kabin bagian depan dengan lebih jelas dan mendetil hingga tau dan langsung mendeteksi pelanggaran dan gangguan yang dialami pengemudi misalkan menggunakan hp bisa terlihat sampai gambar tangan mengoperasikan nomor-nomornya dan itu langsung dianggap pelanggaran. Lalu kamera juga bisa mengidentifikasi jenis kendaraan, warna kendaraan, bahkan emblem kendaraan, jadi bisa menghimpun semua data,” kata Yusuf.

Kamera cekpoin juga, kata Yusuf, akan dipasang speed radar atau pendeteksi kecepatan untuk mengidentifikasi pelanggaran batas kecepatan semua kendaraan yang akan diatur berdasarkan rambu-rambu yang ada di sebuah ruas jalan.

Adapun tujuan dari penambahan kekuatan tilang elektronik ini, ujar Yusuf, adalah untuk mengubah perilaku masyarakat agar lebih tertib dalam berlalu lintas.

“Karena untuk pengendalian sosial dan mindset masyarakat, bisa juga dengan pemanfaatan teknologi digital. Serta ini juga sebagai langkah transparansi kepolisian,” ucap dia. 

Baca juga: Sebelum Pilpres 2019 ETLE berkamera baru akan beroperasi

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Penggunaan ponsel saat berhenti di persimpangan dinyatakan pelanggaran

Jakarta (ANTARA) – Penggunaan dan pengoperasian telpon selular saat berhenti di persimpangan dengan lampu rambu lalu lintas, disebut oleh pihak kepolisian, merupakan pelanggaran lalu lintas dengan alasan dapat mengganggu konsentrasi.

“Jika sedang berkendara, meski saat lampu merah, kan tetap harus memerhatikan kondisi lalin, terutama lampu rambunya. Tetap harus konsentrasi, karena posisi lampu merah bisa hijau tiba-tiba,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusuf, di Jakarta, Sabtu.

Adapun pelarangan penggunaan telpon selular, kata Yusuf, diberlakukan tidak hanya di persimpangan, namun di seluruh ruas jalan, terkecuali kendaraan dalam keadaan berhenti di lokasi yang tidak melanggar peraturan.

“Kenapa pengemudi kendaraan dilarang menggunakan ponsel. Karena itu menyebabkan tiga gangguan, pertama adalah gangguan visual, manual dan refleks,” ujar Yusuf.

Dalam menindak pelanggaran penggunaan ponsel saat berkendara, selain dilakukan oleh petugas di lapangan, pihak kepolisian juga menggunakan teknologi yakni kamera pengawas dalam sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

Terkait dengan ETLE, yang terbaru pihak kepolisian akan memasang 10 kamera cekpoin di tittik-titik antara Bundaran Hotel Indonesia dan Bundaran Senayan yang ditargetkan rampung akhir Maret ini, untuk menambah kekuatan kamera ETLE sebelumnya yang terpasang di Simpang Patung Kuda, Simpang Kebon Sirih dan Simpang Sarinah.

Masih tetap menggunakan kamera berbasis Closed Circuit Television (CCTV) yang beroperasi selama 24 jam, kamera cekpoin tersebut disebut oleh kepolisian akan lebih canggih dari edisi sebelumnya.

Pada edisi sebelumnya, jenis-jenis pelanggaran yang dapat terdeteksi adalah pelanggaran ganjil-genap, pelanggaran marka dan rambu jalan, pelanggaran batas kecepatan, kesalahan jalur, kelebihan daya angkut dan dimensi, menerobos lampu merah, melawan arus, mengemudi dengan kecepatan melebihi batas, tidak menggunakan helm, tidak menggunakan sabuk pengaman dan menggunakan ponsel saat berkendara.

“Itu semua bisa terdeteksi, namun di kamera yang baru, itu bisa menembus ke kabin bagian depan dengan lebih jelas dan mendetil hingga tau dan langsung mendeteksi pelanggaran dan gangguan yang dialami pengemudi misalkan menggunakan hp bisa terlihat sampai gambar tangan mengoperasikan nomor-nomornya dan itu langsung dianggap pelanggaran. Lalu kamera juga bisa mengidentifikasi jenis kendaraan, warna kendaraan, bahkan emblem kendaraan, jadi bisa menghimpun semua data,” kata Yusuf.

Kamera cekpoin juga, kata Yusuf, akan dipasang speed radar atau pendeteksi kecepatan untuk mengidentifikasi pelanggaran batas kecepatan semua kendaraan yang akan diatur berdasarkan rambu-rambu yang ada di sebuah ruas jalan.

Adapun tujuan dari penambahan kekuatan tilang elektronik ini, ujar Yusuf, adalah untuk mengubah perilaku masyarakat agar lebih tertib dalam berlalu lintas.

“Karena untuk pengendalian sosial dan mindset masyarakat, bisa juga dengan pemanfaatan teknologi digital. Serta ini juga sebagai langkah transparansi kepolisian,” ucap dia. 

Baca juga: Polisi: Titik ETLE di jalur Transjakarta sudah dipetakan

Baca juga: Sebelum Pilpres 2019 ETLE berkamera baru akan beroperasi

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Millenial Road Safety diharap bisa dorong keselamatan berlalu lintas

Jakarta (ANTARA) – Festival keselamatan berkendara bertajuk Millenial Road Safety Festival diharapkan bisa mendorong keselamatan berlalu lintas oleh masyarakat, khususnya yang berada di seluruh wilayah DKI Jakarta.

“Dengan diadakannya kegiatan ini yang tujuannya bagaimana kita memberikan satu contoh yang baik untuk berkendara, kami harap bisa mendorong keselamatan berlalu lintas, sesuai dengan harapan kami untuk menjadikan 2019 ini sebagai tahun keselamatan berlalu lintas,” kata Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Gatot Eddy Pramono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu.

Latar belakang diadakannya kegiatan ini, ujar Gatot, adalah tingginya angka kecelakaan di jalan raya terutama pada kaum millenial terutama yang menggunakan kendaraan roda dua.

“Dengan mengetahui korban kecelakaan lalu lintas itu cukup banyak, terutama roda dua, dengan ini kami berupaya untuk meminimalisir angka kecelakaan,” katanya.

Millenial Road Safety Festival yang diinisiasi Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya ini, melibatkan sekitar 4.000 peserta dari berbagai komunitas motor di Jakarta.

Dalam kegiatan ini para pengendara memulai start di Lapangan Promoter Ditlantas Polda Metro Jaya dan berakhir di Lapangan Parkir Timur Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Acara ini juga dihadiri Kakorlantas Polri Irjen Pol Refdi Andri, Inspektorat Jenderal Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Komjen Pol Setyo Wasisto, Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional Komjen Pol M Iriawan dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Selain itu, ada juga artis ibu kota yang berpartisipasi mengikuti kegiatan ini, di antaranya Rifat Sungkar, Okan Kornelius, Ramzi dan Gilang Dirga. 

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pengembang menilai pengurusan sertifikat apartemen di DKI semakin mudah

Jakarta (ANTARA) – CEO Kemang Village Reza Chatab menilai pengurusan sertifikat kepemilikan apartemen di DKI Jakarta kini semakin mudah terbukti saat membuat sertifikat untuk tower Tiffany hanya membutuhkan kurang dari satu bulan.

“Sebenarnya prosesnya bisa lebih cepat lagi tetapi karena Lippo Village termasuk mix use properti yang di dalamnya terdapat hotel, mal, kantor maka menjadi agak lama dibandingkan kalau properti single fungsi, misalnya, diperuntukan bagi hunian saja,” kata Reza di Jakarta, Minggu.

Dengan terbitnya sertifikat kepemilikan maka PT Almaron Perkasa selaku pengembang Lippo Village secara resmi telah menyerahkanterimakan unit khususnya untuk tower Tifanny kepada pemilik.

“Sudah kami serahterimakan pada hari Jumat (15/3) secara simbolis sebanyak 385 sertifikat kepada penghuni,” ujar Reza.

Reza mengakui cepatnya kepengurusan sertifikat kepemilikan melalui proses pemecahan sertifikat asal merupakan kontribusi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pemprov DKI Jakarta bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Memang baru satu tower dari tujuh tower yang sudah rampung, dalam waktu dekat ini akan diurus tiga tower, baru kemudian tiga lagi yang akan dirampungkan tahun 2019 ini,” ujar Reza.

“Saya terkejut juga teryata buat mengurusnya bisa cepat. Saya menyampaikan apresiasi,” kata Reza.

Tinggal kini membentuk P3SRS (Perhimpunan Pemilik & Penghuni Satuan Rumah Susun) sesuai diamanatkan peraturan gubernur. Namun itu semua diserahkan kepada penghuni.

“Mengingat lokasinya di Kemang maka sebagian besar penghuninya juga dari ekspatriat. Hampir separuhnya warga asing, paling banyak 35 persen dari Korea Selatan serta 5 persen Jepang, sisanya lain-lain,” kata dia.

Pembelinya melalui perusahaan yang memang diperuntukan bagi tenaga ahli dari luar, kata Reza.

Ketua Penasihat Pembentukan P3SRS Kemang Village, Pangeran Edward Syah Pernong secara terpisah menyampaikan apresiasinya kepada pengembang yang telah menjalankan kewajibannya pascapenjualan unit termasuk dalam administrasi sertifikasi dokumen kepemilikan pembeli.

Pewarta: Ganet Dirgantara
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemprov DKI tayangkan warna bendera Selandia Baru di JPO GBK

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menayangkan warna bendera Selandia Baru di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Gelora Bung Karno sebagai bentuk solidaritas dan turut berbelasungkawa atas penembakan di masjid di Kota Christchurch yang menewaskan 49 orang.

“Selama seminggu, kombinasi warna di JPO GBK akan terus membentuk warna-warna bendera Selandia Baru,” kata Kepala Dinas Bina Marga Hari Nugroho di Jakarta Pusat, Sabtu.

Penayangan kombinasi warna di JPO GBK tersebut merupakan bentuk dukungan Jakarta kepada Selandia Baru. Terutama keluarga korban penembakan massal di dua masjid tersebut. “Ini sesuai dengan arahan Pak Gubernur,” kata Hari.

Untuk itu, lanjut Hari, selama satu minggu ke depan, setiap harinya, kombinasi warna di JPO Gelora akan terus menayangkan bendera Selandia Biru. Sejak tadi malam, JPO Gelora telah menayangkan tiga kombinasi warna yang ada di bendera tersebut, yakni merah, biru dan putih.

“Sejak tadi malam, selama seminggu akan terus dinyalakan. Mulai dari pukul 18.00 hingga 05.00 pagi,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga mengucapkan turut berduka cita melalui media sosialnya. Atas tragedi aksi teror yang terjadi di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood.

“Atas nama warga Jakarta, kami turut berbelasungkawa bagi keluarga yang ditinggalkan dan juga kepada komunitas muslim di Selandia Baru,” kata Anies dalam video yang diunggah di akun instagram resminya.

Anies mengatakan, Jakarta bersama dalam solidaritas dengan warga Christchurch. Warga di kota itu terkenal karena kedamaian, keterbukaan dan keramahan terhadap semua orang dari berbagai golongan.

“Kami percaya Pemerintah Selandia Baru sedang menangani tragedi ini dengan serius dan keadilan pasti akan ditegakkan,” katanya. 
Baca juga: Anies menyampaikan bela sungkawa tragedi teror di Selandia Baru
Baca juga: Anies “kick off” pembangunan Jakarta International Stadium
Baca juga: Anies panen duku dan salak Condet

Pewarta: Susylo Asmalyah
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jakarta nyalakan solidaritas untuk “Christchurch”

“Atas nama warga Jakarta, kami turut berbelasungkawa bagi keluarga yang ditinggalkan dan juga kepada komunitas Muslim di Selandia Baru,”

Jakarta (ANTARA) –

Pengelola jembatan penyeberangan orang (JPO) Gelora Bung Karno Jakarta Pusat, menyalakan lampu berwarna bendera Selandia Baru Sabtu dini hari  sebagai tanda solidaritas untuk korban penembakan massal di dua masjid in Christchurch, Selandia Baru.

JPO yang baru saja direvitalisasi itu menampilkan warna putih, biru dan merah melambangkan warna di bendera Selandia Baru.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan bela sungkawa atas penembakan massal  di Masjid An Noor dan Masjid Linwood di Christchurch, Selandia Baru.

“Atas nama warga Jakarta, kami turut berbelasungkawa bagi keluarga yang ditinggalkan dan juga kepada komunitas Muslim di Selandia Baru,” kata Anies.

Ucapan tersebut disampaikan dalam akun instagram Anies Baswedan beserta video ucapan bela sungkawa dalam bahasa Inggris.

Ia pun mengatakan bahwa Jakarta  bersama dalam solidaritas dengan Christchurch, Selandia Baru dan semua warganya, yang terkenal karena kedamaian, keterbukaan dan keramahan terhadap semua orang dari berbagai golongan.

JPO Gelora Bung Karno baru melewati proses revitalisasi dan diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada akhir Februari lalu.

Anies mengatakan bahwa desain ‘gelora’ pada JPO tersebut merupakan simbolisasi dari gejolak dan semangat bangsa Indonesia untuk terus maju dan berkembang.

Pewarta: Taufik Ridwan dan Aria C
Editor: Suharto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ruko Sembako Di Pasar Enjo Terbakar

Jakarta (ANTARA) – Ruko sembako di Pasar Enjo, Jalan Pisangan Lama 2, Jakarta Timur terbakar pada Sabtu sekitar pukul 00.05 WIB.

Berdasarkan data dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur, sembilan orang sempat terjebak saat kebakaran terjadi.

Namun seluruhnya berhasil diselamatkan. Untuk memadamkan si jago merah, petugas Damkar menerjunkan 20 unit mobil Pancar dan 100 petugas.

Belum diketahui pasti penyebab serta luasan areal yang terbakar. Hingga pukul 02.00 WIB petugas masih berupaya memadamkan api.

Pewarta: Taufik Ridwan dan Asep Firmansyah
Editor: Suharto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kebakaran Di Pasar Enjo Diduga Akibat Arus Pendek

Jakarta (ANTARA) – Kebakaran ruko sembako  di Pasar Enjo, Jalan Pisangan Lama 2, Jakarta Timur, diduga akibat  hubungan arus pendek.

“Awalnya ada korselting listrik, ada ledakan nyala api di dalam,” ujar Petugas Polsek Pulo Gadung, Aiptu, Budi Purnomo, Sabtu dini hari.

Kebakaran yang melanda ruko sembako berlantai tiga tersebut, terjadi sekitar pukul 00.05 WIB.

Petugas Damkar yang mendapat laporan, langsung terjun ke lokasi kejadian. Untuk memadamkan si jago merah, petugas Damkar menerjunkan 20 unit mobil Pancar dan 100 petugas.

Hingga saat ini, petugas masih menyisir lokasi untuk memastikan api benar-benar padam. Sembilan orang sempat terjebak, namun sudah berhasil diselamatkan petugas.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Pewarta: Taufik Ridwan dan Asep Firmansyah
Editor: Suharto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia building and construction week menjadi ajang belajar

Jakarta (ANTARA) – Kegiatan Indonesia Building and Construction Week menjadi ajang belajar bagi kalangan arsitektur dan desainer mengingat di dalamnya bukan sekadar pameran tetapi juga banyak inovasi baru.

“Di dalamnya kita bisa mendapatkan beragam informasi bahan bangunan yang murah, kuat, dan ramah lingkungan, serta keunggulan-keunggulan lain,” kata Media Relation Indonesia Building and Construction Week, Ela, di Jakarta, Jumat.

Banyak produk baru bahan bangunan dari luar negeri yang ditampilkan dalam Indonesia Building And Construction Week yang berasal dari berbagai negara, di antaranya Korea, Jepang, dan Taiwan.

Ekshibitor yang hadir berjumlah 500 peserta, di mana mayoritas produsen lokal..

Indonesia Building And Construction Week menargetkan 40.000 pengunjung pada tahun ini.

“Tahun ini banyak banget yang unik, jadi harus ke ‘booth-booth’ untuk melihat keunikannya”, ucapnya.

Indonesia Building And Construction Week juga menyelenggarakan seminar nasional serta “construction fun day”, di mana pengunjung bisa Fun Run 5 KM, lomba fotografi, dan “games”. Semua kegiatan itu akan dilaksanakan pada 17 Maret mendatang.

Diharapkan dengan adanya pameran itu, produk-produk Indonesia lebih dikenal lagi. Ajang itu juga dapat menjadi wadah untuk mempertemukan pembeli dengan produsen secara langsung.

Pameran ini berlangsung mulai 14 hingga 17 Maret di JCC, Jakarta Selatan.
 

Pewarta: Ganet Dirgantara dan Alya Rahma Widyanti
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sampah berpotensi hambat arus ke Pompa Air Pasar Ikan

Jakarta (ANTARA) – Sampah yang dibuang ke sungai sangat potensial mengganggu arus air di Stasiun Pompa Air Penjaringan, Jakarta Utara.

Karena itu, Operator Stasiun Pompa Air Pasar Ikan bekerja sama dengan Suku Dinas Lingkungan Hidup untuk menghalau sampah masuk ke pintu air tersebut.

“Setiap pagi petugas selalu menghalau sampah yang menyangkut dialat penyaring sampah kasar,” kata Operator Stasiun Pompa Pasar Ikan Penjaringan, Herman di Jakarta Utara, Jumat.

Herman menjelaskan, Stasiun Pompa Air Pasar Ikan mempunyai dua alat penyaring sampah, yakni sampah kasar pertama di luar dan sampah halus pada lapis kedua.

Sampah kasar pada umumnya berupa ranting pepohonan yang hanyut ketika debit air mengingkat akibat kiriman banjir yang mengalir dari sungai Anak Kali Ciliwung dan kali Gajahmada. Sedangkan sampah halus berupa gelas, botol hingga tas plastik.

Ia menyebutkan, ketika ketinggian air berada di atas 180 hingga 190 centimeter pompa kecil mulai dioperasikan pompa. Pengoperasian dilakukan usai petugas Dinas Ljngkungan Hidup membersihkan sampah.

“Kita saring dulu sampah, jangan sampai ketika menyalakan pompa air ada sampah,” kata Herman sambil menunjuk alat penyaring kedua.

Herman menyebutkan bahwa di tahun 2014 ada sampah berupa kasur yang nyangkut di alat penyaringan kasar.

Stasiun Pompa Pasar Ikan merangkap saringan sampah milik Kementerian PUPR. Pengelolaannya dilaksanakan Pemprov DKI memiliki 10 pipa dengan rincian enam pipa besar dan empat pipa kecil yang berfungsi sebagai pembuangan langsung ke laut.

Enam pipa berukuran besar daya sedot lima kubik per detik dan empat pipa berukuran kecil dengan daya sedot 250 liter per detik. “Saat ini pompa dalam kondisi baik,” katanya.

Stasiun Pompa Pasar Ikan merupakan ring satu yang difungsikan untuk mencegah banjir sesuai SOP yang mencapai 458 hektare. Untuk itu, pihaknya dan seluruh petugas selalu siaga 24 jam.

Pewarta: Sri Muryono dan M. Risyal Hidayat
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Satgas diharap tidak kendurkan semangat libas habis mafia bola

Jakarta (ANTARA) – Satuan Tugas anti mafia bola diharap tidak mengendurkan semangat melibas habis praktik mafia sepak bola di Indonesia yang sudah menggurita bahkan hingga ke tubuh PSSI sendiri sebagai pengelola sepak bola di Indonesia.

Hal tersebut terlontar dalam diskusi bertajuk “Libas Habis Mafia Bola” di Mapolda Metro Jaya, Jumat. Salah satunya datang dari pengamat sepak bola Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali, yang berharap satgas bisa dan terus bergerak dengan intensitas tinggi untuk tujuan tersebut.

“Gurita mafia bola sudah mengotori kolam sepak bola Indonesia dan menularkan penyakit ke banyak ikan yang ada di dalamnya. Untuk kembali menyehatkannya, tak ada jalan lain kecuali harapan kita agar Satgas Anti Mafia Bola Polri membersihkan kolam kotor tersebut, kuras airnya, angkat semua ikan-ikan yang sakit dan ganti ikan-ikan baru yang sehat,” kata Akmal.

Akmal menyebut, saat ini masih ada kekhawatiran di masyarakat bahwa upaya pemberantasan mafia bola tak akan selesai hingga tuntas. Pasalnya, satgas anti mafia bola saat ini, hanya punya waktu kerja enam bulan sejak dibentuk Kapolri pada 21 Desember 2018.

“Saat ini gerakan satgas masih kencang dan sudah menetapkan 16 tersangka. Namun jika masa kerjanya sudah habis, bagaimana kelanjutan bersih-bersihnya?,” tutur Akmal bertanya.

Menanggapi kekhawatiran Akmal, Kepala Anev Satgas anti mafia bola Polri, Kombes Pol Edi Ciptanto yang juga jadi pembicara diskusi tersebut, mengatakan pihaknya akan terus bekerja maksimal menyelidiki dan mengembangkan perkara yang sudah ditangani.

“Sejak dibentuk, kami sudah mendapatkan lima perkara dari lima laporan. 16 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan enam di antaranya ditahan,” kata Edi.

Dari lima perkara tersebut, lanjut Edi, pihaknya fokus terlebih dulu untuk menyelesaikan dua perkara penyidikan yakni kasus laporan Persibara Banjarnegara dan VW agar bisa segera dilimpahkan untuk disidangkan.

“Tapi kami juga tetap melakukan penyelidikan untuk laporan lain yang baru masuk,” ujar Edi.

Pembicara lainnya, yakni Kesit B Handoyo yang berasal dari kalangan media, menyatakan seluruh media di Indonesia saat ini sangat peduli dan fokus dengan upaya bersih-bersih satgas antimafia bola Polri. Dia mencontohkan saat penetapan dan memeriksa mantan Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, yang sangat luas pemberitaannya.

“Media punya perhatian besar terhadap kerja keras satgas antimafia bola untuk menyelesaikan dugaan praktik mafia bola di tanah air. Karenanya kami sangat berharap satgas tak sampai ‘masuk angin’ dan anti klimaks ketika menjalankan tugasnya,” ujarnya.

Dukungan terhadap satgas juga datang dari unsur pendukung sepak bola, Helmi Atmadja, yang menyatakan harapan besar kepada satgas untuk memberantas mafia bola.

“Kami datang ke stadion untuk mendukung tim kami dan berharap mendapat suguhan laga yang menarik dan fair. Bukannya datang untuk menonton laga yang hasil akhirnya sudah diatur sebelumnya. Kami pasti mendukung penuh kerja satgas untuk memberantas mafia bola di Indonesia. Karena kami mau sepak bola Indonesia berprestasi dan bersih dari praktik mafia bola,” ucapnya.

Sejauh ini, penyidik telah menetapkan belasan tersangka yang terindikasi terlibat pengaturan skor pertandingan Liga II dan Liga III musim 2018.

Beberapa tersangka itu antara lain anggota Komite Eksekutif (exco) sekaligus ketua Aspov PSSI Jawa Tengah Johar Lin Eng dan anggota Komisi Disiplin Dwi Irianto alias Mbah Putih. Mantan anggota Komite Wasit Priyanto, anak Priyanto yakni Anik Yuni Artika Sari, wasit Persibara melawan Persekabpas Nurul Safarid, mantan penanggung jawab PSMP Vigit Waluyo, Direktur Penugasan Wasit PSSI Mansur Lestaluhu.

Kemudian perangkat pertandingan Persibara lawan Persekabpas dengan inisial P, CH, NR, dan DS. Yang terbaru adalah mantan anggota Exco PSSI, Hidayat.

Satgas juga menetapkan tersangka pada plt Ketua Umum Joko Driyono yang diduga menjadi aktor intelektual yang memerintahkan Muhammad Mardani Mogot (supir Joko Driyono), Musmuliadi (office boy di PT Persija), Abdul Gofur (office boy di PSSI) untuk melakukan tindakan merusak dan menghilangkan barang bukti yang diduga penyidik terkait dengan pengaturan skor. 

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jalan Imam Bonjol ditutup untuk gladi resik simulasi unjuk rasa di KPU

Jakarta (ANTARA) – Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, ditutup sementara untuk kegiatan gladi resik simulasi pengamanan unjuk rasa di depan gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Jumat siang.

Sekitar pukul 13.30 WIB, salah satu ruas Jalan Iman Bonjol menuju Bundaran HI mulai ditutup untuk laju kendaraan umum.

Sementara ruas Jalan Imam Bonjol menuju Taman Suropati masih terbuka untuk kendaraan umum, namun akan ditutup sementara waktu saat simulasi pengamanan unjuk rasa di depan gedung KPU RI dimulai.

Penutupan ruas jalan tersebut mengakibatkan arus kendaraan dari Jalan Imam Bonjol menuju Taman Suropati padat merayap.

Kegiatan simulasi pengamanan unjuk rasa tersebut dikondisikan dalam situasi kericuhan yang ditimbulkan oleh sekelompok massa yang tidak puas dengan hasil penghitungan suara di gedung KPU RI.

Pasukan TNI dan Polri bersenjata lengkap disiagakan untuk mengamankan gedung KPU RI. Selain itu, mobil Brimob disiagakan untuk mendorong massa yang reaktif.

Sementara, ratusan polisi berpakaian preman bertindak sebagai massa yang tidak puas dengan hasil perhitungan KPU.

Belum diketahui, berapa lama gladi resik akan dilakukan.

Pewarta: Unggul Tri Ratomo/Devi Nindy
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ajang Mega Build Indonesia hadirkan bahan pengganti kayu

Jakarta (ANTARA) – Mega Build Indonesia, ajang pameran teknologi terkini di bidang bangunan menghadirkan bahan bangunan pengganti kayu dengan bahan dasar semen dan serat selulosa yang lebih ramah lingkungan.

“Kami menghadirkan bahan bangunan pengganti kayu sebagai solusi masalah lingkungan,” kata General Manager Sales & Marketing PT Conwood Indonesia, Deden Sarjana di ajang Mega Build Indonesia JCC, Jakarta, Jumat.

Menurut Deden, Conwood sebagai anak usaha Siam City Semen Group selalu menghasilkan produk-produk inovatif yang ramah lingkungan.

“Produk kami merupakan solusi dan alternatif penggunaan kayu bagi para arsitek karena terbuat dari bahan yang sama bukan dari kayu, namun memiliki kemampuan seperti kayu,” ujar Deden.

Deden juga menjelaskan, bahan dasar yang digunakan merupakan campuran dari 70% semen dan 30% serat selulosa yang dihasilkan melalui proses dan material yang ramah lingkungan dan 100 persen bebas asbes sehingga aman digunakan.

Selain itu, produk bangunan ini juga menerapkan nuansa alam ke dalam desainnya.

“Dalam pameran ini tema yang PT Conwood usung adalah ‘Amazing house Beyond Imagination’ yang mana mewujudkan imajinasi para user untuk memiliki hunian yang indah yang alami, tetapi ramah lingkungan,” ujar Deden.

“Yang jelas teknologi campuran semen dan serat selulosa memiliki beberapa kelebihan dibandingkan bahan kayu murni, yakni tidak dimakan rayap, tahan api, tidak perlu perawatan kayu seperti can minyak dan tidak akan keropos karena tahan air,” kata Deden.

Deden juga menjelaskan bahwa bahwa bahan bangunan semacam ini lebih tahan dalam segala cuaca sehingga usianya lebih lama, dan sudah menggunakan Swiss Profesional Technology (SPT).

“Materialnya lebih kuat tetapi mudah di aplikasikan seperti kayu,” ujarnya.

Pewarta: Ganet Dirgantara
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Anies optimistis Pemprov DKI pertahankan opini WTP

Jakarta (ANTARA) – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan optimistis Pemprov DKI Jakarta kembali meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2018 seperti yang telah diraih sebelumnya.

“Alhamdulillah penyerahan LKPD ini kita telah tunaikan tepat waktu, sesuai dengan jadwal yang telah disepakati antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan BPK RI Perwakilan Provinsi DKI Jakarta,” kata Anies di Kantor BPK RI Perwakilan Provinsi DKI Jakarta, Jakarta Selatan, Jumat.

Ikhtiar untuk mempertahankan opini WTP lebih kuat dibandingkan tahun 2018 saat meraih opini WTP.

Anies menyerahkan LKPD Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2018 ke BPK Perwakilan Provinsi DKI Jakarta. Penyerahan laporan keuangan ini sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara Pasal 56 Ayat (3) yang menyebutkan bahwa Laporan Keuangan Pemerintah Daerah disampaikan Gubernur/Bupati/Walikota kepada BPK paling lambat tiga bulan setelah tahun anggaran berakhir.

Sesuai amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 2008 tentang Pedoman Pelaksanaan Reviu atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah, LKPD Tahun 2018 telah ditinjau oleh Inspektorat Provinsi DKI Jakarta. Tinjauan tersebut meliputi penilaian terbatas terhadap keterandalan sistem pengendalian internal dan Kesesuaian dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.

Anies juga menyadari perlunya keberlanjutan untuk mengerjakan LKPD ke depannya, sehingga Pemprov DKI Jakarta turut memerlukan bantuan dari BPK untuk senantiasa memberikan rekomendasi.

“Maka dari itu kami berharap BPK memberikan bimbingan saran koreksi karena pada akhirnya pengelolaan keuangan bukan hanya secara administratif yang baik tetapi juga sebagai bentuk pertanggungjawaban kita kepada warga Jakarta,” kata Gubernur.

Pewarta: Susylo Asmalyah
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Aksesibilitas fasum bagi disabilitas di DKI belum merata

Jakarta (ANTARA) – Aksesibilitas berbagai fasilitas umum atau fasum bagi para penyandang disabilitas termasuk tuna netra di DKI dinilai belum merata.

“Sedang sama-sama kita monitor, ada sebagian yang sudah akses ada yang belum, mungkin 60 persennya belum,” ujar Pengurus Ikatan Tuna Netra Muslim Indonesia (ITMI) Jakarta, Yogi Masyudi, Jumat.

Ia mencontohkan, guiding block atau ubin pemandu bagi tuna netra belum seluruhnya ada di jalanan ibu kota. Padahal ubin berwarna kuning tersebut menjadi jalur pemandu tuna netra menuju ke berbagai tempat tujuan.

Pemandangan itu terlihat seperti di depan Pasar Senen hingga Jalan Gunung Sahari (Jakarta Pusat) yang belum terpasang guiding block. Para penyandang netra akan kesulitan ketika berjalan, ditambah dengan banyaknya tiang besi serta pot tanaman di tengah trotoar.

Kondisi berbeda dapat ditemui di Pasar Jatinegara. Meski telah dipasangi guiding block, barang milik para pedagang kaki lima (PKL) hampir menutupi akses jalur tersebut.

“Aksesibilitas itu terganggu kepentingan masyarakat yang lain. “Misalnya mereka sudah bangun trotoar, sudah bangun guiding block tapi masalahnya ada pedagang kaki lima. Itu jadi hambatan juga,” kata dia.

Hambatan lain bagi penyandang disabilitas, yakni Jembatan Penyebrangan Orang (JPO). JPO di berbagai titik di Jakarta terutama yang terintegrasi dengan Transjakarta seperti di Juanda dan Jatinegara belum ramah disabilitas.

Dari sisi kemiringan ramp atau fitur pengganti tangga cenderung curam serta berukuran kecil. Bahkan tidak bisa diakses bagi pengguna kursi roda saat akan menyeberang.

“Aksesibilitas di penyeberangan itu sampai sekarang belum akses. Kalau memang ada JPO itu kan kita mengharapkan jembatannya itu akses untuk tuna netra mungkin ada pegangan tanda atau peringatan,” kata Yogi.

Begitu juga untuk di dalam halte Transjakarta, tidak ada jalur khusus yang memudahkan tuna netra untuk masuk atau keluar. Pengalaman ini dialami oleh Solihin, penyandang tuna netra yang akan keluar dari Halte Juanda.

Saat akan keluar halte, ia tidak bisa menemukan petunjuk ke mana arah yang seharusnya dituju. Bahkan dia hampir menabrak loket tiket.

“Kalau tidak dibantu penumpang lain, saya mungkin ga akan bisa keluar,” kata Solihin saat ditemui di Halte Juanda.

Tempat Ibadah
Kondisi serupa juga ditemui di fasilitas ibadah. Yogi belum menemukan masjid yang aksesibilitas bagi tuna netra maupun tuna daksa.

Saat akan beribadah, dia tidak menemukan petunjuk menuju tempat wudu serta tangga yang curam dan belum akses terhadap pengguna kursi roda.

“Teman-teman disabilitas, istilahnya kita mau soleh aja susah. Karena memang masih banyak rumah ibadah khususnya masjid yang belum memiliki aksesibilitas bagi kami. Jangankan mushala, masjid besar juga belum sepenuhnya akses,” katanya.

Menurut dia, aksesibilitas fasilitas publik bukan hanya diperuntukan bagi kepentingan penyandang disabilitas semata. Namun masyarakat nondisabilitas juga akan merasakan kenyamanan yang sama.

Ia berharap ke depan Pemerintah Provinsi DKI memiliki upaya serius dalam menyediakan ruang publik ramah disabilitas secara merata. Hal itu karena fasilitas umum merupakan milik bersama dan harus bisa menjangkau semua kalangan.

Aksesibilitas itu milik umum. Contoh ada portal S. Portal S itu untuk menghalau motor naik ke atas trotoar.

“Nah kalau itu semuanya diterapkan, pejalan kaki yang nondisabilitas juga aman. Artinya akses itu untuk semua,” kata dia.

Pewarta: Sri Muryono dan Asep Firmansyah
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Polisi: Tidak ada penutupan-pengalihan lalin saat debat cawapres

Jakarta (ANTARA) – Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyatakan tidak akan ada penutupan dan pengalihan arus lalu lintas saat debat calon wakil presiden di Hotel Sultan, Jakarta, pada Minggu (17/3).

“Untuk rekayasa arus lalu lintas di Hotel Sultan saat debat besok, tidak ada penutupan dan pengalihan arus sehingga pemberlakuan lalu lintas akan normal,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusuf, saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat petang.

Pemberlakuan ini, kata Yusuf, sama dengan rekayasa saat debat calon presiden sebelumnya pada 17 Februari 2019 lalu di lokasi yang sama dengan pertimbangan jalur di sekitar lokasi yang memiki tingkat kepadatan yang tinggi.

Untuk jumlah personel, Ditlantas Polda Metro Jaya menurunkan sebanyak 614 personilnya untuk turut serta mengamankan jalannya debat yang akan mempertemukan KH Maruf Amin dan Sandiaga Uno tersebut.

“Petugas yang diturunkan hanya untuk pengaturan arus lalu lintas saja. Sedangkan untuk rekayasa hanya dilaksanakan normal seperti yang disebut sebelumnya,” ucap Yusuf menambahkan.

Berdasarkan data dari Ditlantas, untuk akses keluar masuk ke lokasi debat akan berada di lokasi pintu 1, 2, 3 (VVIP), 4, 6 dan 7 sementara pintu 5 ditutup seluruhnya.

Selain di Hotel Semanggi, kawasan Gelora Bung Karno (GBK) juga diberdayakan untuk lokasi parkir dengan kapasitas 2.000 kendaraan pendukung kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden. Adapun pintu keluar masuk yang disiapkan adalah pintu 10 dan 8 untuk massa paslon 01 serta pintu 5 dan 7 untuk massa paslon 02.

“Lokasi parkir akan dipisah. Setiap pintu akan ditempatkan petugas juga,” ujar Yusuf menambahkan.

Sementar itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, menyebut akan ada sekitar 5.000 personel untuk mengamankan jalannya debat yang berasal dari unsur Kepolisian, TNI dan Pemprov DKI Jakarta.

Lebih jauh, Argo menyebut, guna mengantisipasi insiden yang tak diinginkan terjadi seperti pada debat sebelumnya yang terdapat ledakan besar petasan di lokasi nonton bareng, pihaknya mengimbau masyarakat agar tertib aturan jika ingin berkunjung ke tempat debat.

“Kami mengharapkan masyarakat ikut serta menciptakan suasana kondusif, ikut berpatisipasi acara kegiatan berlangsung lancar. Dari Intelijen dan Densus melakukan kegiatan sendiri-sendiri,” tuturnya.

Diketahui, KPU akan menggelar debat Pilpres 2019 ketiga yang bakal digelar di Hotel Sultan pada Minggu (17/3) mendatang. Dalam debat kali ini, Cawapres nomor urut 01 Ma’ruf Amien bakal menghadapi pesaingnya, Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno.

Terkait debat ini, KPU mengangkat tema tentang pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan budaya. 

Baca juga: Pengamat: Debat cawapres jangan terjebak isu personal

Baca juga: Pertemuan “ulama dan santri” diharapkan tidak terjadi dalam debat cawapres

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Industri Keramik Indonesia yakin mampu saingi pasar impor

Jakarta (ANTARA) – Ketua Himpunan Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Edy Susanto yakin bahwa pasar industri Indonesia mampu saingi pasar impor.

“Dari segi kualitas, desain, bahkan jaminan produk, kami lebih unggul”, kata Edy saat diwawancara pada acara Keramika di ajang Indonesia Mega Build JCC, Jakarta Selatan, Jumat.

Menurut dia, kalau harga gas turun bisa terealisasi, maka optimistis ekspor bisa tembus di atas 30 persen. Kalau perkembangan saat ini, mungkin (ekspor) masih maksimal 10 persen dari total kapasitas.

Dia mengatakan bahwa secara desain Indonesia sudah menggunakan teknologi paling unggul. Juga keuntungan keramik lokal adalah, sudah jelas siapa yang menjual sehingga untuk melakukan komplain gampang, tidak seperti produk impor yang tidak jelas dibeli dari mana.

Kualitas produk impor juga masih diragukan dibanding produk lokal. Dia mengatakan bahwa keramik lokal sudah mampu diimpor ke berbagai negara seperti Pakistan, Malaysia, Brunei, Filipina.

Indonesia juga sudah memakai digital printing, yaitu teknologi terkini sehingga keramik yang dijual akan memiliki tesktur yang mirip dengan batu alam. Ini merupakan teknologi terbaru dan merupakan tren di kalangan pembeli.

“Kami secara teknologi selalu up to date“, ujarnya.

Dia menambahkan bahwa saat ini Indonesia sudah mempunyai teknologi yang mampu membuat keramik 1,6 m×3, 2 m.

Dan produk ini bahkan diimpor ke China karena belum ada teknologi yang bisa membuat keramik berukuran 1,6 m×3,2 m seperti di Indonesia.

Edy juga mengatakan bahwa saat ini para pelaku industri keramik lokal antusias kualitas produk mereka tahun ini. Desain yang beragam menjadi keunggulan keramik lokal.

Aneka ragam produk keramik lokal dapat dilihat di pameran Keramika di JCC. Pameran ini berlangsung dari tanggal 14 hingga 17 maret. Pameran ini menampilkan produk-produk keramik lokal.
 

Pewarta: Ganet Dirgantara
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Transportasi massal berkontribusi kurangi polusi DKI Jakarta

Jakarta (ANTARA) – Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji mengatakan pembangunan infrastruktur transportasi massal berkontribusi dalam
mengurangi polusi di ibu kota.

“Salah satu tujuannya (infrastruktur transportasi masal) adalah untuk kurangi tingkat polusi,” katanya di Jakarta, Jumat.

Moda transportasi baru seperti Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta dan Light Rapid Transit (LRT) yang sedang dalam proses pembangunan nantinya diharapkan dapat mengurangi angka emisi dari kendaraan pribadi di ibu kota.

“70 persen polusi udara disebabkan oleh kendaraan,” kata Isnawa.

Namun, menurut dia, saat proses pembangunan dari infrastruktur transportasi masal dilakukan tingkat polusi meningkat

“Pembangunan infrastruktur yang bertahun-tahun ini berpotensi menambah tingginya angka debu yang beterbangan,” katanya.

Bahkan, pembangunan tersebut menyebabkan Jakarta Selatan menjadi salah satu area dengan tingkat polusi paling tinggi.

Meski demikian, Isnawa meyakini bahwa hal itu merupakan pengorbanan yang harus dilakukan demi angka polusi yang lebih rendah di masa depan.

“Pembangunan infrastruktur tidak bisa kita hindarkan karena salah satu tujuannya adalah untuk kurangi tingkat polusi,” katanya.

Untuk mengimbangi tingginya angka polusi di Jakarta Selatan, Pemerintah DKI Jakarta, termasuk Pemkot Jakarta Selatan banyak melakukan pembangunan  Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) dan perbaikan lingkungan hidup.

Pewarta: Sri Muryono dan Aria Cindyara
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Polisi sebut tak temukan indikasi prostitusi di Kebagusan City

Jakarta (ANTARA) – Kepolisian menyebut tidak menemukan indikasi prostitusi di tiga unit kamar Apartemen Kebagusan City, Pasar Minggu, Jakarta Selatan yang digerebek pada Kamis (14/3) malam.

Penggerebekan yang dilakukan oleh tim gabungan dari pihak Pengelola Apartemen, Pemerintah Kota Jakarta Selatan dan Polsek Pasar Minggu tersebut, lantaran adanya informasi kegiatan prostitusi di lokasi tersebut.

“Iya ada penggerebekan, namun untuk sementara belum ditemukan indikasi yang mengarah ke tindakan prostitusi daring di sana,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Andi Sinjaya Ghalib, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat.

Dari informasi yang dihimpun, penggerebekan dilakukan di lantai 10, 17, dan 19. Ada tujuh hingga delapan orang yang diamankan yang terdiri atas lima perempuan dan tiga laki-laki yang langsung dibawa ke Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan.

Andi menyebut mereka semua diperiksa terkait pendataan  adanya pendatang dari luar ke apartemen tersebut.

Menurut dia, hal itu dilakukan guna mengantisipasi hal-hal tak diinginkan di sana.

“Pemeriksaan saja, pemeriksaan terpadu. Orang-orang yang dari luar datang kesitu,” ucap Andi menambahkan.

Sebelumnya, petugas gabungan dari unsur kepolisian, TNI dan Satpol PP Kelurahan Kebagusan menggerebek prostitusi daring di Apartemen Kebagusan City, Kebagusan, Jakarta Selatan, dengan didampingi oleh pihak keamanan apartemen pada Kamis malam.

Razia tersebut dilakukan lantaran pihak apartemen menduga ada sejumlah wanita yang kerap menyewa apartemen untuk melakukan praktik prostitusi.

“Kami lihat dari CCTV ada wanita dengan dandanan menor turun naik dengan membawa pria dan menduga mereka melakukan prostitusi di apartemen ini,” ungkap Kepala Keamanan Apartemen Kebagusan City, Bernard T Wahyu Wiryanta, saat ditemui di lokasi, Kamis (14/3).

Dalam razia tersebut, petugas mengamankan lima wanita yang diduga sebagai pekerja seks komersial yang berada di dalam kamar apartemen dengan dua pria.

“Satu grup, lima perempuan dan dua laki-laki. Mereka memperdagangkan sendiri dirinya. Ada satu yang mengaku membantu, jadi dugaan muncikari ada,” ujar Bernard.

Petugas juga mendapati sejumlah barang bukti, salah satunya adalah kondom bekas pakai yang dibuang ke dalam tong sampah di dalam kamar apartemen. 

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Siswa JIS belajar budaya lewat Indonesia Week 2019

Jakarta (ANTARA) – Siswa Jakarta Intercultural School (JIS) belajar budaya Indonesia melalui “Indonesia Week 2019” dengan tujuan agar mereka lebih mencintai negara Indonesia.

“Pesertanya tidak hanya siswa, tetapi juga orang tua siswa dan guru yang berpartisipasi melalui beragam aktivitas untuk memperkenalkan budaya Indonesia,” kata pengajar gamelan di SD JIS Patimura, Kitsie Emerson di Jakarta, Jumat,

Indonesia Week mempunyai beragam kegiatan seperti pertunjukan tarian tradisional, seperti tari Indang, tari Cublak Cublak Suweng, tari Semut, hingga tari Saman yang dibawakan siswa kelas 5.

Para murid juga diajak untuk membuat hiasan janur, serta melukis wayang sebagai bagian dari kegiatan Indonesia Week 2019. “Sebanyak 30 anak tampil memainkan gamelan dalan rangka Indonesia Week,” ucapnya.

Menurut Kitsie, pada 2010 JIS memutuskan untuk mengadakan “International’s Day of Wayang” dan  pada hari tersebut JIS akan mengundang dalang kondang dari Solo setiap tahunnya.

“Kali ini, JIS menghadirkan seniman Ki Cahyo Kuntadi. Ia akan tampil bersama pesinden Nyi Sukesi,” kata Kitsie.

Tokoh seniman lain yang juga tampil di panggung Indonesia Week adalah Dalang Putri Kembar, Nyi Widawati & Nyi Widaningrum, Gelar Pemayang, Wakidi Dwijomartono dan Ki Gamblang Carito.

Selain itu, JIS secara rutin mengenalkan budaya lokal dalam bentuk peringatan pada “Hari Wayang Dunia” di November yang menjadi bagian dari JIS Cultural Week.

Baca juga: Minat siswa JIS pelajari tari tradisional Indonesia sangat tinggi
Baca juga: Masyarakat Amerika bermain angklung di Indonesia “Cultural Night 2019”

Pewarta: Ganet Dirgantara dan Citra Maharani Herman
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sebanyak 5.000 personel gabungan diturunkan amankan debat cawapres

Jakarta (ANTARA) – Sebanyak 5.000 personel gabungan dari Polri, TNI dan Pemprov DKI Jakarta diturunkan guna mengamankan jalanya debat calon wakil presiden pada Minggu (17/3) mendatang di Hotel Sultan, Jakarta Pusat.

“Kami sudah rapat dengan KPU dan kami diberi kewenagan memberi keamanan debat cawapres. Kegiatan tetap dilaksanakan di Hotel Sultan, kami menurunkan lima ribu personel gabungan TNI-Polri dan Pemda,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat.

Argo mengatakan, pengamanan tersebut tak berbeda dengan debat-debat sebelumnya. Nantinya akan ada tiga lapis pengamanan yang akan diterapkan.

Ring pertama adalah tempat dimana debat berlangsung dan diamankan oleh Paspampres. Di ring dua dan tiga akan diamankan oleh personel gabungan.

“Kita ada beberapa lokasi namanya ring 1 ditempat jalanya debat nanti kami amankan dan kita tempatkan alat sebagai penditeksi, kan ada pendukung calon nanti ada id card yang akan menentukan siapa saja yang boleh masuk ke aula debat,” papar Argo.

Terkait pengamanan lalu lintas, tambah Argo, saat ini belum bisa ditentukan ada penutupan jalan dimana saja saat debat tersebut berlangsung.

“Penutupan jalan nantinya akan bersifat situasional,” ujar Argo.

Lebih jauh, Argo menyebut, guna mengantisipasi insiden yang tak diinginkan terjadi, pihaknya mengimbau masyarakat agar tertib aturan jika ingin berkunjung ke tempat debat.

“Kami mengharapkan masyarakat ikut serta menciptakan suasana kondusfi, ikut berpatisipasi acara kegitan berlangsung lancar. Dari Intelijen dan Densus melakukan kegiatan sendiri-sendiri,” tuturnya.

Diketahui, KPU akan menggelar debat Pilpres 2019 ketiga yang bakal digelar di Hotel Sultan pada Minggu (17/3) mendatang. Dalam debat kali ini, Cawapres nomor urut 01 Ma’ruf Amien bakal menghadapi pesaingnya, Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno.

Terkait debat ini, KPU mengangkat tema tentang pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan budaya. ***2***

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Petugas gabungan tertibkan 1.593 APK di Jakarta Utara

Jakarta (ANTARA) – Aparat gabungan Satpol PP, Sudin Perhubungan, PPSU, TNI-Polri, dan Panwascam Kecamatan Koja, Jakarta Utara, menertibkan 1.593 Alat Peraga Kampanye (APK) yang melanggar aturan pemasangan di 22 ruas jalan di enam kelurahan di Koja, Jakarta Utara.

“Penertibannya di ruas jalan yang agak besar atau jalan lingkungan. Untuk jalan yang lebih kecil nanti oleh petugas kelurahan,” kata Kepala Satpol PP Kecamatan Koja, Roslely Tambunan, saat dikonfirmasi, Jumat (15/3).

APK yang ditertibkan terdiri dari 281 lembar bendera, 341 lembar spanduk, 12 lembar baliho, 100 lembar stiker, dan 859 lembar banner.

“Penertiban ini sebagai bentuk penegakan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum, dengan implementasi Surat Keputusan KPU DKI Jakarta Nomor 175/PL.01.5-Kpt/31/Prov/IX/2018 tentang Aturan Lokasi Pemasangan APK,” jelasnya.

Dia menerangkan, seluruh APK hasil penertiban ini diserahkan kepada Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Koja.

“Hasilnya kita serahkan ke Panwascam. Tidak disimpan di sini (Kantor Satpol),” pungkasnya.

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Operasi cipta kondusif tangkap 181 pelaku kejahatan

Jakarta (ANTARA) – Sebanyak 181 orang pelaku kejahatan tertangkap dalam kegiatan rutin yang ditingkatkan (operasi cipta kondusif) di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya mulai tanggal 11 Maret 2019 hingga 15 Maret 2019.

“Polda Metro Jaya melaksanakan kegiatan rutin yang ditingkatkan dengan tim anti bandit sejak 11 Maret 2019 di semua polres. Dalam lima hari, kami bisa menangkap 181 tersangka,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat.

Tersangka tersebut, kata Argo, rata-rata berupa kejahatan penjambretan, penodongan, pencurian dengan kekerasan dan pencurian dengan pemberatan.

Kegiatan ini, lanjut Argo, dilakukan serentak di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya dengan tujuan memberi rasa aman pada seluruh masyarakat.

“Jadi masyarakat gak perlu khawatir, kami dari tim anti bandit selalu siap mengamankan Jakarta. Kami juga jamin dan pastikan kegiatan ini akan dilakukan terus-menerus,” ujar Argo.

Selain menangkap 181 tersangka Polda Metro Jaya juga mengamankan delapan jenis barang bukti yakni lima pucuk senjata api, 42 bilah senjata tajam, 59 kendaraan roda dua, dua unit kendaraan roda empat, enam unit laptop, 43 unit telepon seluler, 11 kunci leter T dan uang sejumlah Rp5.557.000.

Dari 181 tersangka yang diamankan terdapat satu orang yang merupakan anak di bawah umur dan satu orang wanita. Dan dalam proses penangkapan terdapat sembilan orang tersangka yang dilumpuhkan karena dianggap melawan saat akan diamankan.

Semua tersangka dijerat dengan pasal 365 KUHP, 363 KUHP, 362 KUHP, 378 KUHP, 351 KUHP, 368 KUHP, 170 KUHP, 372 KUHP dan UU Darurat. 

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pelaku kejahatan di Jakbar paling banyak terciduk dalam cipta kondusif

Jakarta (ANTARA) – Pelaku kejahatan di Jakarta Barat paling banyak terciduk dalam kegiatan rutin yang ditingkatkan (operasi cipta kondusif) di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya pada tanggal 11-15 Maret 2019 oleh tim anti bandit.

“Terbanyak ada di Jakarta Barat dengan 50 tersangka, kedua adalah Jakarta Selatan 37 tersangka, ketiga adalah Jakarta Utara 31 tersangka,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat.

Berdasarkan data yang dihimpun, selanjutnya, adalah Tangerang Selatan (18 orang), Depok (12 orang), Jakarta Pusat (10 orang), Tangerang Kota (delapan orang), Bekasi (enam orang), Bekasi Kota (empat orang), Polda Metro Jaya (tiga orang), serta Bandara Soekarno-Hatta dan Pelabuhan Tanjung Priok masing-masing satu orang.

“Rata-rata berupa kejahatan penjambretan, penodongan, pencurian dengan kekerasan dan pencurian dengan pemberatan dari tersangka-tersangka itu, ada satu orang anak di bawah umur dan satu wanita. Dan dalam proses penangkapan terdapat sembilan orang tersangka yang dilumpuhkan karena dianggap melawan saat akan diamankan,” ucap Argo.

Secara total, polisi mengamankan 181 tersangka dan juga delapan jenis barang bukti yakni lima pucuk senjata api, 42 bilah senjata tajam, 59 kendaraan roda dua, dua unit kendaraan roda empat, enam unit laptop, 43 unit telepon seluler, 11 kunci leter T dan uang sejumlah Rp5.557.000.

“Ada senjata-senjata itu, digunakan untuk menakut-nakuti korban,” ujar Argo.

Kegiatan ini, lanjut Argo, dilakukan serentak di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya dengan tujuan memberi rasa aman pada seluruh masyarakat terlebih saat ini dalam persiapan menjelang Pemilihan Presiden.

“Jadi masyarakat gak perlu khawatir, kami dari tim anti bandit selalu siap mengamankan Jakarta. Kami juga jamin dan pastikan kegiatan ini akan dilakukan terus-menerus,” ujar Argo.

Semua tersangka dijerat dengan pasal 365 KUHP, 363 KUHP, 362 KUHP, 378 KUHP, 351 KUHP, 368 KUHP, 170 KUHP, 372 KUHP dan UU Darurat. 

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Minat siswa JIS pelajari tari tradisional Indonesia sangat tinggi

Jakarta (ANTARA) – Minat siswa Jakarta Intercultural School (JIS) untuk mempelajari tari tradisional Indonesia dinilai masih sangat tinggi karena terbukti peminatnya pada kegiatan ekstra kurikuler sekolah ini lumayan banyak.

“Karenanya para siswa dari kelas 1 sampai kelas 5 tidak kesulitan menggelar tarian dalam penyelenggaraan Indonesia Week yang diselenggarakan dari tanggal 11 sampai dengan 15 Maret 2019,” kata Guru Bahasa Indonesia dan Koordinator Indonesia Week, Aeni Palsapah di Jakarta, Jumat.

Ia menjelaskan, dengan murid yang berasal dari lebih dari 65 kebangsaan, JIS berperan aktif dalam memperkenalkan budaya Indonesia kepada seluruh komunitasnya.

Indonesia Week merupakan salah satu agenda yang sangat ditunggu oleh murid, guru dan orangtua karena memberikan kesempatan untuk merasakan pengalaman lebih dalam mengeksplorasi budaya Indonesia, jelasnya.

“Tema Indonesia Week tahun ini adalah Appreciating Indonesia. Dengan tema ini, JIS mengajak murid-murid, orangtua, guru-guru dan para staf untuk mengenal lebih dekat budaya Indonesia dan menghargainya. Para murid kami ajak merasakan pengalaman dengan berbagai tarian, seperti Jati Maung dan Semut dan mengenal makna kehidupan di balik karya seni itu, misalnya tentang pelestarian alam dan gotong royong,” kata Aeni.

Ia menambahkan, para murid juga menampilkan aksi mereka dalam tarian berbagai daerah, seperti Gaba-gaba dari Maluku dan Saman dari Aceh. Para murid menunjukkan antusiasme luar biasa dan ruang teater selalu penuh.

Indonesia Week menghadirkan ragam budaya Indonesia yang akan menjadi pintu gerbang bagi murid JIS untuk mengeksplorasi lebih jauh tentang negeri ini. Lebih jauh lagi, mereka akan memahami lebih dalam nilai-nilai kehidupan bangsa sehingga menumbuhkan kecintaan terhadap Indonesia.

“JIS juga meyakini bahwa nilai-nilai dan budaya Indonesia adalah bagian dari perkembangan karakter yang sangat penting bagi pertumbuhan mereka,” kata Aeni.

Indonesia Week kali ini, JIS menghadirkan seniman Ki Cahyo Kuntadi yang pernah menyabet gelar Dalang Terbaik (Best Actor) dalam ajang World Puppet Carnival di Kazakhstan. Ia akan tampil bersama pesinden Nyi Sukesi.

Tokoh seniman lain yang juga tampil di panggung Indonesia Week adalah Dalang Putri Kembar, Nyi Widawati & Nyi Widaningrum, Gelar Pemayang, Wakidi Dwijomartono dan Ki Gamblang Carito.

“Aksi spesial dari para murid JIS Pattimura Elementary School Gamelan Students juga akan tampil,” katanya.

Pewarta: Ganet Dirgantara dan Citra Maharani Herman
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pasar produk keselamatan di Jakarta capai 600 juta dolar AS

Pasarnya sangat besar, per tahun bisa mencapai 600 juta dolar AS untuk produk keselamatan atau dikenal sebagai APD (Alat Pelindung Diri)

Jakarta (ANTARA) – Ceruk pasar produk keselamatan di kota-kota besar Indonesia seperti Jakarta disebut-sebut per tahun bisa mencapai total 600 juta dolar AS, menyusul pesatnya pembangunan infrastruktur, aktivitas penambangan, pembangunan properti dan lainnya dalam beberapa tahun terakhir.

“Pasarnya sangat besar, per tahun bisa mencapai 600 juta dolar AS untuk produk keselamatan atau dikenal sebagai APD (Alat Pelindung Diri),” kata Presiden Direktur PT Honeywell Indonesia, Roy Kosasih usai jumpa pers tentang penunjukan distributor produsen perangkat lunak industri asal Amerika Serikat itu di Jakarta, Jumat.

Oleh karena itu, kata Roy, pihaknya menunjuk PT Mitra Cipta Hardi Elektrindo (MCHE) di Indonesia selaku distributor resmi untuk produk keselamatan kerja dan alarm kebakaran.

“Kami menyediakan APD mulai dari ujung kepala sampai kaki seperti helm, kacamata, masker, penutup telinga, pakaian, rompi, hingga sepatu,” ujar Roy.

Sedangkan untuk produk alarm kebakaran, menurut Roy, perusahaannya merupakan pemegang pangsa terbesar, hanya saja Roy tidak memberitahukan mengenai besarannya.

“Alarm kami dapat dihubungkan dengan perangkat lunak sehingga ketika terjadi peristiwa kebakaran dapat langsung diketahui lokasi-lokasi api sehingga dapat segera ditangani,” ujar Roy.

Roy tetap optimistis pihaknya mampu mencapai target penjualan tahun ini meski bertepatan dengan tahun politik karena  APD dan alarm kebakaran bukanlah bidang yang beririsan langsung.

Sedangkan Presiden Direktur PT Mitra Cipta Hardi Elektrindo, Michael Hardinata menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan Honeywell.

“Kami memang perusahaan yang bergerak bidang pemasok yang dibutuhkan industri mekanikal dan elektrikal. Jadi, sangat pas,” ujar dia.

Baca juga: Basarnas ingatkan pemilik kapal daftarkan alat keselamatan dIni
Baca juga: Menkes akan resmikan Pusat Pelayanan Keselamatan Terpadu di Bengkulu

Pewarta: Ganet Dirgantara
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Transjakarta sediakan lagi empat rute baru integrasi

Jakarta (ANTARA) – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mulai hari ini menyediakan layanan empat rute baru terintegrasi antarmoda transportasi yakni Dukuh Atas – Sam Ratulangi (DA1), Dukuh Atas – Tanah Abang (DA2), Dukuh Atas – Kuningan (DA3) dan Dukuh Atas – Kota (DA4).

Direktur Operasional Transjakarta, Daud Joseph mengungkapkan keempat rute ini beroperasi mulai pukul 05.00 WIB – 22.00 WIB dengan total 12 bus Metrotrans yang beroperasi.

“Ini adalah rute yang menghubungkan beberapa moda transportasi dalam suatu kawasan terpadu,” kata Daud Joseph di Jakarta Pusat, Jumat.

Dukuh Atas menjadi titik pertemuan lima moda transportasi, yakni MRT Jakarta, Transjakarta, LRT Jabodebek, Railink, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI).

Dia mengatakan Transjakarta memfasilitasi masyarakat melalui pembukaan rute yang terhubung dengan MRT Jakarta.

Setelah pembukaan rute di Dukuh Atas, menurut Daud, Transjakarta juga berencana menyediakan layanan yang terintegrasi di BSD dan Bintaro. Pertama adalah dari BSD sampai stasiun MRT, kedua adalah Bintaro Trade Center dan ketiga yakni Bintaro Exchange.

“Untuk izin dengan sifat teknis, Transjakarta telah berkoordinasi dengan pengembang di Bintaro yang dipimpin langsung Walikota Tangerang Selatan,” katanya.

Sedangkan izin yang dari pemerintah telah disetujui oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta dengan menerbitkan surat rekomendasi untuk rute Royaltrans dari Tangerang Selatan maupun Cinere dan Depok.

“Saat ini Transjakarta juga sedang mempersiapkan penyediaan layanan dari Pondok Cabe melewati Stasiun MRT menuju Tanah Abang dengan tarif reguler sebesar Rp.3.500,” kata Daud Joseph.

Baca juga: Transjakarta buka dua rute bus terintegrasi kereta bandara
Baca juga: Transjakarta uji coba bus Metrotrans dan Royaltrans

Pewarta: Susylo Asmalyah
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019