Korban kebakaran kolong tol bukan warga miskin

Jakarta (ANTARA) – Lurah Pejagalan, Ichsan Firdaosy, menyebut warga korban kebakaran di Kolong Tol Dalam Kota KM25, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, bukan warga miskin.

“Warga punya mobil. Ngga susah-susah banget. Kalau kita mengacu pada ukuran miskin, ada kriterianya. Handphone pun tidak punya, itu indikator saja, pendapatan per bulan hanya Rp400 ribu,” ujar Ichsan saat meninjau lokasi kebakaran, Senin.

Biasanya, menurut Ichsan, banyak mobil milik warga yang terparkir di lokasi kebakaran.

“Masih untung tidak ada mobil yang parkir di sini saat kebakaran. Biasanya ada mobil parkir,” ujarnya.

Lurah Pejagalan itu juga menegaskan tidak akan merelokasi korban kebakaran di kolong Tol Dalam Kota KM25 tersebut.

“Sekarang Logika nih, semua korban di relokasi ke rusun semua, bisa-bisa se-Indonesia begitu caranya semua, mereka bukan orang susah, cuma tidak mau,” ujarnya.

Selain itu, Ichsan juga akan menggelar rapat dengan pihak PLN dan PAM untuk menyelidiki bagaimana warga di kolong tol tersebut bisa mendapat pasokan listrik.

“Kita mau pasang listrik saja harus ada IMB (Izin Mendirikan Bangunan), ini kok bisa ada aliran listrik, pasti ada oknum, jangan hanya karena target jual listrik, mengabaikan lainnya,” pungkasnya.

Baca juga: Tiket pulang kampung korban kebakaran Kolong Tol Dalam Kota dibantu
Baca juga: Pemkot Jakut bantu seragam untuk pelajar korban kebakaran kolong tol

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019