DKI tekankan depo MRT fase II harus berdasar kebutuhan

Jakarta (ANTARA News) – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menekankan depo Mass Rapid Transit (MRT) fase II harus berdasarkan studi kebutuhan jangka panjang.

“Karena sekali kita menentukan sebuah depo, dia akan ada di situ puluhan bahkan ratusan tahun, jadi bukan sesuatu yang gampang,” kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota Jakarta, Rabu.

Anies menyebut pihaknya tidak ingin ada konsekuensi-konsekuensi yang terulang dalam persoalan depo ini, seperti di depo Lebak Bulus.

Anies menilai ada kesalahan rancangan dalam pembangunan depo di Lebak Bulus sehingga menghentikan pemberdayaannya yang seharusnya bisa ditingkatkan dari sebatas tempat “parkir” bagi kereta MRT.

“Salah satu feedback yang muncul adalah disayangkannya depo tersebut di atasnya tidak bisa dipakai. Itu karena dulu ketika dirancang tidak dipikirkan atasnya akan digunakan, akhirnya kosong tempat itu,” ujarnya.

Menurutnya hal tersebut menjadi kurang bermanfaat mengingat luas lahan yang 10 hektare dan strategis terletak di tengah kota hanya untuk satu fungsi.

“Nah maksud saya jangan kita ulangi problem seperti ini. Kita tentukan itu bukan keputusan tanpa dasar harus ada studi kebutuhan jangka panjangnya, sekarang bangun lantai dua di Lebak Bulus sulit dilakukan karena jarak antar rel itu sangat dekat sehingga membangun pilar sulit,” ujarnya.

Kendati pembangunan depo itu nantinya akan berhubungan dengan persoalan pengadaan kereta MRT, Anies menegaskan pihaknya tidak ingin terburu-buru memutuskan tanpa melalui kajian yang mendalam mengenai kebutuhan dan kajian teknisnya.

“Itu butuh waktu, karena kajiannya bukan hanya soal kebutuhan penumpang tapi juga soal status hukum tanah yang ada di situ, jangan sampai berulang seperti Kampung Bandan di mana kita sudah menentukan titiknya, ternyata bermasalah,” ujar Anies.

Proyek MRT fase II yang dananya merupakan pinjaman dari pemerintah Jepang melalui JICA (Japan International Cooperation Agency) sebesar Rp25 triliun, kata Anies, difokuskan untuk berjalan dan beroperasi dahulu walau tanpa ada depo MRT.

Bahkan dinyatakannya MRT fase I (Lebak Bulus-Bundaran HI) dan fase II (Bundaran HI-Kota Tua) tetap bisa beroperasi hingga 22-23 rangkaian kereta dengan memanfaatkan depo Lebak Bulus dan stasiun yang ada sebagai tempat parkir kereta ketika tidak beroperasi.

“JICA sendiri tidak masalah, karena bagi mereka yang terpenting jalan dulu. Justru jika mundur, itu akan merepotkan mereka dan mereka sepakat penentuan depo itu bisa dilakukan kemudian karena tidak mengganggu operasional itu sudah dikaji,” ucap Anies.

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

DKI tekankan depo MRT untuk kebutuhan jangka panjang

Jakarta (ANTARA News) – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menekankan depo Mass Rapid Transit (MRT) fase II harus berdasarkan studi kebutuhan jangka panjang.

“Karena sekali kita menentukan sebuah depo, dia akan ada di situ puluhan bahkan ratusan tahun, jadi bukan sesuatu yang gampang,” kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota Jakarta, Rabu.

Anies menyebutkan, pihaknya tidak ingin ada konsekuensi-konsekuensi yang terulang dalam persoalan depo ini, seperti di Depo Lebak Bulus.

Anies menilai ada kesalahan rancangan dalam pembangunan depo di Lebak Bulus sehingga menghentikan pemberdayaannya yang seharusnya bisa ditingkatkan dari sebatas tempat “parkir” bagi kereta MRT.

“Salah satu `feedback` yang muncul adalah disayangkannya depo tersebut di atasnya tidak bisa dipakai. Itu karena dulu ketika dirancang tidak dipikirkan atasnya akan digunakan, akhirnya kosong tempat itu,” ujarnya.

Hal tersebut menjadi kurang bermanfaat mengingat luas lahan yang 10 hektare dan strategis terletak di tengah kota hanya untuk satu fungsi.

“Maksud saya jangan kita ulangi problem seperti ini. Kita tentukan itu bukan keputusan tanpa dasar harus ada studi kebutuhan jangka panjangnya, sekarang bangun lantai dua di Lebak Bulus sulit dilakukan karena jarak antar rel itu sangat dekat sehingga membangun pilar sulit,” ujarnya.

Kendati pembangunan depo itu nantinya berhubungan dengan pengadaan kereta MRT, Anies menegaskan, pihaknya tidak ingin terburu-buru memutuskan tanpa melalui kajian yang mendalam mengenai kebutuhan dan kajian teknisnya.

“Itu butuh waktu, karena kajiannya bukan hanya soal kebutuhan penumpang tapi juga soal status hukum tanah yang ada di situ, jangan sampai berulang seperti Kampung Bandan, yakni kita sudah menentukan titiknya, ternyata bermasalah,” ujar Anies.

Proyek MRT fase II yang dananya merupakan pinjaman dari pemerintah Jepang melalui JICA (Japan International Cooperation Agency) sebesar Rp25 triliun difokuskan untuk berjalan dan beroperasi dahulu walau tanpa ada depo MRT.

Bahkan MRT fase I (Lebak Bulus-Bundaran HI) dan fase II (Bundaran HI-Kota Tua) tetap bisa beroperasi hingga 22-23 rangkaian kereta dengan memanfaatkan depo Lebak Bulus dan stasiun yang ada sebagai tempat parkir kereta ketika tidak beroperasi.

“JICA tidak masalah, karena bagi mereka yang terpenting jalan dulu. Justru jika mundur, itu akan merepotkan mereka dan mereka sepakat penentuan depo itu bisa dilakukan kemudian karena tidak mengganggu operasional itu sudah dikaji,” kata Anies.

Anies belum bisa memastikan apakah depo untuk fase II tersebut akan terletak di Jakarta Utara atau tidak walau disebutkannya bisa sebagai opsi.

“Itu salah satu opsi yang dibicarakan, apa segalanya harus di Utara, tapi begini ketika disebut Utara atau manapun spekulan main semua, jadi nanti saja dulu. Yang jelas kami harus cek dokumen tanahnya, cek arus pergerakan orangnya dan lainnya. Jangan sampai ditentukan titiknya tanpa ada studi yang benar,” katanya.

Baca juga: Anies: alternatif depo MRT fase II jangan berdasar selera
Baca juga: Anies optimistis rencana pemindahan Depo MRT akan lancar

Pewarta:
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Obat daftar G di gudang narkoba apartemen Puri Park View berstatus ilegal

Jakarta (ANTARA News) – Obat-obatan daftar G yang ditemukan pada gudang narkoba apartemen Puri Park View Kembangan, Jakarta Barat, berstatus sebagai obat ilegal dan tidak diproduksi kembali oleh pabrik farmasi resmi.

Kepala Polsek Kembangan Komisaris Polisi Joko Handono di Jakarta, Rabu menyatakan pihaknya telah menyita psikotropika golongan IV dan obat daftar G dengan total sebanyak 112.060 butir dari jenis Thiamine HCL, Mercy Hexymer, Mercy Merlopam, Frixitas Alprazolam dan Tramadol HCL.

“Obat ini sudah tidak diproduksi lagi artinya barang ini termasuk ilegal, karena banyak penyalahgunaan jadi sudah ditarik izin edarnya,” ujar Kompol Joko.

Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan terkait asal peredaran psikotropika golongan IV dan obat-obatan Daftar G dan bagaimana bisa menyebar begitu masif banyak. 

Psikotropika golongan IV dan obat-obatan Daftar G yang diamankannya jika disalahgunakan dapat menimbulkan efek mabuk.

Kompol Joko menerangkan, pihaknya bersama Satuan Reserse Narkoba Jakarta Barat menyingkap gudang narkoba, psikotropika dan obat Daftar G setelah melakukan analisa terhadap beberapa kasus tawuran pelajar yang seringkali terjadi di wilayah Kembangan.

“Mereka (pelaku tawuran) berani dan tidak ada takutnya sebab menggunakan obat-obatan ini dan membawa senjata tajam, itu salah satu akibat yang ditimbulkan,” ujar Kompol Joko.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengawasan BPOM Dadan Hidayat mengatakan, sejatinya semua obat yang ada ditangan pelaku sudah tidak lagi diproduksi dipabrik dan diedarkan ke masyarakat.

“Dari hasil informasi ini sering digunakan remaja dan anak sekolah. Kami bekerjasama dengan polisi untuk berantas obat ilegal maupun obat yang disalahgunakan,” ucap dia.

Dadan mengatakan, pihaknya sudah berupaya melakukan pengawasan secara rutin ke pasaran dan juga ke toko penjual obat. Sehingga, dengan adanya kejadian ini pihaknya akan lebih intens melakukan pengawasan.

BPOM juga telah melakukan pengawasan rutin kita sering audit cara pembuatan obat dengan baik dari produksi sampai pendistribusian jalur resmi maupun tidak resmi. 

“Dari hasil pengembangan, kami memang diduga ada tempat atau produksi ke tempat lain. Jadi bukan dari pabrikan resminya,” tandasnya.

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Anies: alternatif depo MRT fase II jangan berdasar selera

Jakarta (ANTARA News) – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan alternatif depo Mass Rapid Transit (MRT) fase II menyusul batalnya Kampung Bandan dan Taman BMW sebagai lokasi depo, jangan berdasarkan selera namun berdasarkan kajian.

“Sebelumnya kan dari kajian diputuskan di Kampung Bandan, tapi kenyataannya itu bersengketa, nah kemudian dicari alternatif, nah alternatif itu jangan berdasar selera baiknya di sini, baiknya di situ, tapi berdasar kajian,” kata Anies di Balai Kota Jakarta, Rabu.

Anies menekankan untuk menentukan depo bukanlah keputusan tanpa dasar, harus ada kajian mengenai kebutuhan dan kajian teknisnya.

“Nah itu yang saya minta kerjakan,” ucapnya.

Kendati belum ada depo fase II, Anies menyatakan hal tersebut tidak mengganggu proses konstruksi fase II Bundaran HI-Kota Tua dan pengoperasiannya.

Bahkan menurutnya pengoperasian MRT bisa dilakukan dengan 22-23 rangkaian dengan memanfaatkan depo fase I di Lebak Bulus dan stasiun yang ada saat ini.

“Intinya kapasitas pelayanan yang diproyeksikan di atas 400 ribu orang itu bisa difasilitasi meski belum ada depo kedua yang juga berarti apakah diputuskan sekarang atau bulan depan tidak ada bedanya. Harus dimatangkan studinya dulu,” ucap Anies.

Sebelumnya, pihak MRT masih melakukan studi untuk lokasi depo proyek fase II yang akan menuju ke arah Jakarta Utara, setelah hampir dipastikan depo di Kampung Bandan dan Taman BMW tidak akan terealisasi.

Kampung Bandan tidak jadi dijadikan depo karena permasalahan hukum soal lahan. Sedangkan Taman BMW yang diusulkan setelahnya, juga tidak memungkinkan untuk dibangun depo karena lahan yang dibutuhkan sedikitnya 12 hektare sedangkan luas lahan di sana sekitar 25 hektare dan direncanakan akan dibangun Stadion BMW untuk Persija.

Hal itu juga diperkuat oleh Dirut PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Dwi Wahyu yang menilai tidak mungkin membangun depo yang merupakan objek vital nasional bersanding dengan ruang publik seperti Stadion BMW.

Meski sudah melakukan studi soal lokasi lahan, MRT pun hanya bisa mengusulkan, karena yang memutuskan lokasi adalah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Meski demikian MRT berharap keputusan soal lokasi depo fase II akan ada pada Maret 2019 mendatang.

Trase atau jalur fase II ini diketahui mengalami perubahan dari sebelumnya mengarah ke Kampung Bandan, menjadi ke arah Kota Tua, sesuai dengan hasil rapat pimpinan terbatas (Rapimtas) yang dilaksanakan pada 9 Oktober 2018, Gubernur DKI Anies menyetujui penetapan lokasi (penlok) MRT Jakarta fase dua yakni koridor Bundaran HI-Kota.

Penlok MRT fase II telah diterbitkan melalui keputusan Gubernur DKI Jakarta No 1728/2018 tentang Penetapan Lokasi untuk pembangunan jalur MRT koridor Bundaran HI-Kota tanggal 21 November 2018.

Biaya pembangunan sendiri fase dua sepanjang 8,3 kilometer dengan delapan stasiun perkiraannya sekitar Rp22,5 triliun dengan target penyelesaian pembangunan, yakni pada 2024.

Pembangunan gardu listrik yang berlokasi di seberang Gedung Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, mulai bulan Januari ini, akan jadi penanda peletakan batu pertama proyek fase II.

Gardu listrik tersebut adalah gardu pertama yang dibangun di kedalaman 20 meter di bawah tanah untuk fase II.

Pewarta:
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gubernur berharap penurunan tanah di Jakarta dapat diatasi

Jakarta (ANTARA News) – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengharapkan permasalahan penurunan tanah di Jakarta dapat diatasi karena merupakan ancaman serius.
     
Hal tersebut disampaikan rapat kedua Joint Coordinating Committee (JCC) proyek untuk mempromosikan penanggulangan penurunan tanah di Jakarta.
     
“Saya harapkan rapat kedua ini mampu mempercepat proyek promosi penanggulangan penurunan Tanah di Jakarta, yang berlangsung selama tiga tahun sampai dengan Januari 2021, sehingga proyek ini berjalan dengan baik,” kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu.
   
Menurutnya, penurunan permukaan tanah di Jakarta merupakan salah satu masalah lintas generasi yang harus ditangani secara serius dan jangka panjang.
     
“Tadi saya sampaikan bahwa penanganan ini harus belajar dari beberapa kota-kota lain di dunia yang pernah mengalami penurunan permukaan tanah seperti ini. Jepang itu mengalami penurunan permukaan tanah yang luar biasa, khususnya di Tokyo (yang) turun amat dalam,” kata Anies.
     
Proyek Promosi Penanggulangan Penurunan Tanah ini dikerjakan bersama oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Pusat (Kementerian PUPR dan ESDM) dengan Pemerintah Jepang yang difasilitasi oleh Japan International Cooperation Agency (JICA). 
     
Pada 27 Juli 2017, telah ditandatangani Record of Discussions (RoD) on the Project for Promoting Countermeasures against Land Subsidence in Jakarta, antara JICA, Kementerian PUPR, Kementerian ESDM, Bappenas, dan Pemprov DKI Jakarta. 
     
“Ini adalah pekerjaan lintas badan dan saya mengapresiasi kehadiran JICA yang terlibat langsung dalam proyek ini,” kata Anies.
     
JICA bukan saja datang dengan bantuan teknologi dan sumber daya, tapi juga memiliki pengalaman praktis di dalam menyelesaikan masalah penurunan permukaan tanah di Tokyo, katanya.*

Baca juga: Permukaan tanah Jakarta Utara turun 11 cm per tahun

Pewarta: Susylo Asmalyah
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indekos di Grogol ludes terbakar

Jakarta (ANTARA News) – Sebuah indekos dengan 16 kamar di Jalan Makaliwe I, RT 03/07, Kelurahan Grogol, Grogol Petamburan, Jakarta Barat ludes dilalap api akibat hubungan arus pendek atau korsleting listrik, pada Rabu.

Kepala Seksi (Kasie) Pengendali Kebakaran Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat Rompis Romlih  ‎mengatakan kebakaran terjadi sekira pukul 10.45 WIB.

“Yang terbakar itu satu rumah saja, tapi karena rumah itu dijadikan kost-kostan maka ada 16 kamar yang terbakar,” kata Rompis.

Rompis mengatakan, api telah berhasil dipadamkan setelah 18 mobil pemadam kebakaran dikerahkan menuju lokasi.

Dugaan sementara penyebab kebakaran di bangunan dua lantai seluas 120 meter persegi itu, karena korsleting listrik

“Dugaan sementara karena korsleting listrik,” ujar Rompis.

Estimasi dampak kerugian akibat kebakaran tersebut berkisar sekitar Rp800 juta. 

Sebanyak  23 jiwa yang terdampak karena musibah tersebut. Namun tidak ada korban jiwa maupun luka berat yang tercatat dalam insiden tersebut.

Baca juga: Rumah dan dua mobil di Jembatan Lima terbakar

Baca juga: RS Yarsi Jakarta Pusat terbakar

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Polres Metro Jakarta Utara musnahkan 11 kilogram sabu

Jakarta (ANTARA News) – Polres Metro Jakarta Utara menggelar pemusnahan barang bukti berupa sabu sebanyak 11 kilogram yang disita dari lima tersangka dalam operasi selama periode November 2018.

“Hari ini Satnarkoba Polres Jakarta Utara melakukan pemusnahan barang bukti hasil tangkapan selama periode November 2018,” kata Wakapolres Metro Jakarta Utara AKBP Adi Vivid Agustiadi Bachtiar yang ditemui Antara di lantai 6 gedung Polres Jakarta Utara, Rabu (16/1).

Adi menjelaskan bahwa sabu yang dimusnahkan hari ini  berawal dari penemuan dua gram sabu yang terus dikembangkan hingga akhirnya berhasil menyita total 11 kilogram.

“Pertama dapat dua gram, kemudian dikembangkan lagi dapat lima gram, dikembangkan lagi 800 gram, lalu dikembangkan lagi hingga menemukan tiga dan tujuh kilogram, jadi total yang berhasil diamankan Satnarkoba polres Jakarta Utara kurang lebih sebelas kilogram,” kata Aris.

Berdasarkan pantauan Antara dilokasi kegiatan, barang bukti narkoba tersebut dimusnahkan dengan cara diblender dan dicampur dengan cairan pembersih lantai untuk memastikan sabu tersebut tidak bisa dikonsumsi.

Baca juga: Kapolda: Pemusnahan sabu selamatkan 135 ribu pengguna
Baca juga: Polisi musnahkan 6,4 kilogram sabu-sabu di Makassar
Baca juga: BNNP Lampung musnahkan 3,3 kg sabu-sabu

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Polda Metro ciduk mantan kekasih Syahrini terkait narkoba

Jakarta (ANTARA News) – Anggota Polda Metro Jaya menciduk pria bernama Hans alias HS yang diduga mantan kekasih penyanyi Syahrini, terkait penyalahgunaan narkoba.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Rabu, belum menjelaskan secara rinci dugaan keterlibatan mantan pacar Syahrini itu.

“Banyak yang menanyakan tangkapan narkoba yang disinyalir pernah menjadi pacarnya artis Syahrini tapi kita tidak bisa sampaikan karena masalah pribadi,” kata Argo.

Dijelaskan Argo, pengungkapan narkoba berawal ketika polisi menciduk tersangka SN dengan barang bukti 5 gram sabu-sabu di wilayah Jakarta Utara pada Jumat, 21 Desember 2018.

Petugas mengembangkan informasi dan meringkus FK yang memiliki 2.362,84 gram sabu di Menteng Jakarta Pusat.

Berdasarkan keterangan para tersangka, barang haram itu didapat dari HK yang berstatus daftar pencarian orang (DPO) dan telah dicegah ke luar negeri.

Diungkapkan Argo, tersangka FK kenal HK melalui HS sehingga peranan mantan kekasih Syahrini itu sebagai perantara. Selanjutnya, polisi menangkap HS dan rekannya TP di kawasan Jakarta Pusat.

Para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 115 ayat (2) dan Pasal 112 ayat 2 junto Pasal 132 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal hukuman seumur hidup atau hukuman mati.

Sementara itu, Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Donny Alexander membenarkan HS merupakan mantan kekasih artis Syahrini.

Pewarta:
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bandar narkoba lapas jadikan kamar apartemen sebagai gudang

Jakarta (ANTARA News) – Bandar narkoba lembaga pemasyarakatan berinisial BD dalam kasus gudang narkoba di sekolah, diketahui juga menjadikan kamar apartemen Puri Park View Kembangan, Jakarta Barat sebagai gudang penyimpanan narkoba.

Kepala Polsek Kembangan Komisaris Polisi Joko Handono di Jakarta, Rabu membenarkan apartemen Puri Park View disewa oleh seorang bandar berinisial BD untuk tersangka AN yang menjadi perantaranya, kemudian tersangka kakak-adik CP dan DL yang menyimpan barang di sekolah.

“Ketiganya ini dikasih akses untuk menerima dan mengirim barang haram atas perintah BD. Ini dijadikan gudang penyimpanan barang haram ini,” ujar Kompol Joko.

Menurut dia, obat-obatan yang ada di apartemen itu dikirim dari luar kota dan akan di pasarkan oleh DL, CP dan AN ke Jakarta dan kota besar lainnya.

Joko melanjutkan, ketiga tersangka yang diringkus sudah bekerja dengan BD selama 6 bulan. Ketiganya pun dikasih barang secara cuma -cuma oleh BD untuk dikonsumsi.

“Ketiga orang ini sudah memakai obat obatan selama dua tahun dan baru menjadi pengedar dan menempati apartemen ini selama 6 bulan,” tutur dia.

Pada penggerebekan apartemen tersebut, pihaknya mengamankan psikotropika golongan IV dan obat daftar G dengan total sebanyak 112.060 butir. Rincian obat-obatan tersebut sebagai berikut:

a) 97.000 butir Thiamine HCL 50 mg dengan total omset Rp194 juta (harga jual Rp10.000/ lima butir)
b) 12.000 butir Mercy Hexymer beromset Rp7,2 juta (harga jual Rp600 ribu / 1000 butir)
c) 700 butir Mercy Merlopam beromset Rp5,6 juta (harga jual Rp80 ribu/ satu strip)
d) 960 butir Frixitas Alprazolam dengan omset Rp8,7 juta (harga jual Rp90 ribu/ satu strip)
d)1.400 butir Tramadol HCL beromset Rp14 juta (harga jual 10.000 / butir) 

Kompol Joko juga menerangkan ketiga pelaku belum mendapatkan upah dari BD karena obat-obatan ini belum habis terjual.

Semetara, Kepala Unit Reserse Krimimal Polsek Kembangan Iptu Dimitri Mahendra menambahkan dari  Apartemen Park View tower C Lantai 23, Kembangan Jakarta Barat, pihaknya mendapatkan informasi bahwa apartemen tersebut merupakan milik dari salah satu tersangka LK, yang kini masuk dalam DPO.

“Dia merupakan (anggota) jaringan yang dikendalikan dari dalam lapas, LK berhasil melarikan diri sesaat sebelum petugas kami melakukan penggerebekan,” ujar dia.

Terhadap tersangka BD akan dikenai Pasal 62 UURI No.5 Tahun 1997 tentang psikotropika juncto Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.49 Tahun 2018 tentang Penetapan dan perubahan penggolongan psikotropika.

Ancaman baginya adalah paling lama lima tahun penjara dan pidana dengan denda paling banyak Rp100 juta.

Sedangkan kepada ketiga tersangka lainnya akan dijerat dengan Pasal 114 (2) sunsidier 112 (2) juncto 132 (1) UURI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dan Pasal 61 UURI No.5 Tahun 1997 tentang psikotropika juncto Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Mo.49 Tahun 2018 tentang Penetapan dan perubahan penggolongan psikotropika.
 
Mereka terancam maksimal hukuman mati dan denda paling banyak Rp10 miliar. 

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Artis Indonesia Idol menjadi tersangka kasus narkoba

Jakarta (ANTARA News) – Artis Indonesia 2008 berinisial JR menjadi tersangka kasus narkoba jenis sabu setelah  ditangkap Satuan Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa sekitar pukul 01.00 WIB.
     
“Para tersangka yang diamankan yakni JR, YS, AS, AY dan AM dengan TKP di Apartemen Jalan HR. Rasuna Said Menteng Atas Setia budi Jakarta Selatan,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono di Jakarta Pusat, Rabu.
     
Dengan barang bukti bungkus plastik bening berisi kristal diduga narkotika jenis sabu berat brutto 0,23 gram, satu alat isap dan lima unit telepon genggam, katanya.
     
“Kasus terungkap berawal dari hasil penangkapan tersangka YW dan kawan-kawan pada Selasa (8/1) di Jalan Bahagia Kreo Selatan, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang Banten,” kata Argo.
     
Mereka kedapatan membawa 300 butir ekstasi dan sabu seberat dua gram bruto, dimana diperoleh informasi adanya penyalahgunaan narkotika di apartemen wilayah Jakarta Selatan.
     
Berbekal informasi tersebut kemudian Unit II Satuan Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok melakukan penyelidikan.
     
Setelah melakukan penyelidikan selama kurang lebih satu minggu berhasil melakukan penangkapan yang kemudian dilakukan penggeledahan badan serta rumah dan tempat tertutup lainnya dan di temukan narkotika jenis sabu, katanya.
     
“Dari hasil keterangan sementara bahwa sabu tersebut didapat dari tersangka TB alias AS,” kata Argo.
     
Sesampainnya di apartemen  TB  sudah ditunggu oleh teman temannya, yaitu tersangka JR, AY, AM dan YS kemudian sabu tersebut dikonsumsi secara bersama-sama dengan cara bergantian sambil menegak minuman keras jeni “Red Label”.
     
“Saat para tersangka mengkonsumsi sabu unit II dari Satuan Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok datang dan berhasil mengamankan barang bukti beserta orang yang berada di dalam kamar apartemen Aston Kuningan tersebut. Hasil tes urine kelima tersangka positif,” kata Argo.
     
Sedangkan pasal yang di sangkakan :  pasal 114 ayat 1 subsidair pasal 112 ayat 1, pasal 132 ayat 1)l, UURI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Baca juga: Polres Metro Jakarta Barat gandeng Interpol ungkap kokain Steve Emmanuel lolos
Baca juga: Sidang kasus narkoba artis Reza “Bukan” ditunda
Baca juga: Pedangdut “Caca Duo Molek” pakai narkoba sejak Desember 2018

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

150 polisi dikerahkan untuk amankan sidang perdana Hercules

Jakarta (ANTARA News) – Polres Metro Jakarta Barat menerjunkan setidaknya 150 personel untuk mengamankan sidang perdana kasus penyerobotan tanah dan aski premanisme oleh terdakwa Hercules Rosario Marshal di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

“Kita menurunkan pasukan kurang lebih 150 personil dalam pengamanan ini. Tujuan mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan,” ujar Kepala Bagian Operasional Polres Metro Jakarta Barat AKBP Priyo Utomo Teguh Santoso di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan hal tersebut bertujuan untuk mengurangi adanya gesekan dan sebagainya, karena adanya kemungkinan yang terjadi dari simpatisan pendukung Hercules dan sebagainya.

Pasukan pengamanan tersebut terdiri dari anggota kepolisian Polres Metro Jakarta Barat didukung TNI, anggota Sabhara dan Brimob Polda Metro Jaya.

“Khusus yang ini karena ada antisipasi kita melakukan penebalan pengamanan dari pengalaman sebelumnya,” ujar dia.

Pengamanan akan meliputi baik area keluar masuk di pengecekan barang maupun tas dan sebagainya.

Sidang perdana Hercules akan meliputi pembacaan dakwaan perkara.

Hercules sendiri terlibat dalam kasus penguasaan lahan milik PT Nila Alam di kawasan Kalideres, Jakarta Barat. Dia ditangkap pada 21 November 2018 di kediamannya di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. 

Dia terancam jeratan pasal 170 KUHP tentang pengrusakan barang atau orang, dan pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan.

Selain Hercules, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi menyebut beberapa anak buahnya selaku eksekutor, dan HM atau Handi Musawan sebagai pemberi kuasa kepada Hercules turut menjadi tersangka atas aksi premanisme pendudukan lahan.

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemprov DKI raih predikat Top 50 Smart City Government

Jakarta (ANTARA News) – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masuk ke dalam predikat ‘Top 50 Smart City Government 2018’ dan meraih peringkat ke-47 Smart City Government dari 140 kota di dunia. 

“Predikat tersebut diraih atas dasar sepuluh indikator penilaian,” kata Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania dalam keterangan tertulis di Jakarta Pusat, Rabu.

Namun, penilaian tertinggi pada indikator visi Pemprov DKI Jakarta, Kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sebagai Kepala Pemerintahan, serta alokasi anggaran/APBD Provinsi DKI Jakarta, katanya. 

“Alhamdulillah, baru saja mendapatkan informasi dari Eden Strategy Institute, sebuah perusahaan konsultasi, ada 140 kota yang diriset dan diranking untuk pengembangan smart city-nya. Jakarta mendapatkan predikat Top 50,” kata Atika.

Dia mengatakan dengan hasil prestasi tersebut, tidak berpuas diri karena masih banyak peluang inovasi yang dapat dikembangkan. Ke depannya tengah mempersiapkan smart city 4.0 sebagai salah satu pilar menuju city4.0 yang fokus pada pengembangan platform kolaborasi.

Sebagaimana diketahui, Pemprov DKI Jakarta tengah mewujudkan cita-cita agar Jakarta menjadi kota 4.0, di mana kota menjadi platform satu atap yang memungkinkan kolaborasi industri terjadi antara perusahaan swasta dan badan publik, dalam berbagi data, mengembangkan wawasan dan lebih jauh meningkatkan layanan publik agar lebih memenuhi kebutuhan warganya. 

Hal ini diimplementasikan melalui konsep smart city di Jakarta yang dibuat berdasarkan enam pilar, yaitu Smart Governance, Smart People, Smart Living, Smart Mobility, Smart Economy, dan Smart Environment. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menjadi pembicara kunci (keynote speaker) di Smart City Conference di Grand Hyatt Resort, Casablanca, Maroko, Rabu (18/04/2018). Susylo Asmalyah/Antara
    

Atika menambahkan, dengan adanya penghargaan ini sekaligus dapat memotivasi Pemprov DKI Jakarta untuk meningkatkan program-program yang terkait dengan indikator Talent-Readiness atau peningkatan dan pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) di kota Jakarta agar menjadi lebih baik, berkualitas, serta berdaya saing. 

“Ini sebuah berita yang baik bagi Indonesia, Jakarta menempati urutan ke-47 pemerintah dengan smart city terbaik di dunia,” kata Atika.

Hal ini jadi motivasi untuk mengejar beberapa hal seperti talent, kita harus menyiapkan “readiness” SDM kita. Oleh karena itu juga, Gubernur DKI Jakarta untuk saat ini fokus menciptakan SDM yang berkualitas, termasuk para “start-up”.

Pewarta: Susylo Asmalyah
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2019