Praktisi sebut pentingnya bangun jaringan untuk wirausaha sukses

Penting itu memiliki kemampuan sosialisasi yang tinggi untuk memperluas jaringan

Jakarta (ANTARA) – Praktisi bisnis, Dita Soedarjo menyatakan pentingnya membangun jaringan untuk menjadi wirausaha sukses, tanpa itu akan sulit bagi pengusaha mengembangkan bisnisnya.

“Penting itu memiliki kemampuan sosialisasi yang tinggi untuk memperluas jaringan,” kata Dita yang juga pengusaha muda itu dalam seminar kewirausahaan bertemakan “1000 Milenial Cerdas Untuk Indonesia” yang diselenggarakan perusahaan penjualan QNet di Jakarta, Jumat.

Sedangkan menurut Fransisca Nelwan Mok yang pernah menjabat sebagai Direktur Bank Mandiri,  generasi milenial harus peduli terhadap kesejahteraan orang tua dan sekitarnya. 

Kepedulian ini dapat menjadi motivasi dasar untuk bekerja keras dalam menjalankan bisnis yang digelutinya sebab uang bukan satu-satunya tolak ukur kesuksesan seseorang, kata dia.

“Kerja keras, disiplin, komitmen, dan integritas tinggi juga menjadi syarat mutlak dimiliki milenial untuk menjalankan bisnisnya,” tegas Fransisca Nelwan Mok.

Pembicara terakhir yang memberikan motivasi bisnis di hadapan lebih dari 1000 anak muda di Jakarta adalah Hendra Zhou pengusaha bisnis jaringan yang menambahkan, pentingnya bagi anak muda mempertahankan semangatnya dalam mengejar suatu hal. 

“Semangat ini perlu diimbangi dengan keinginan bekerja keras dan pantang menyerah di era yang serba instan. Terkadang, kesuksesan tidak diikuti oleh kesuksesan berikutnya tanpa adanya kerja keras,” ujar dia.
 
Menurutnya, dengan waktu yang lebih fleksibel, mimpi dan semangat yang tinggi, generasi milenial memiliki potensi menjadi wirausahawan yang sukses karena kini peluang banyak terbuka lebar bagi mereka.

“Kesuksesan bagi generasi milenial saat ini tergantung kepada bagaimana anak muda mampu melihat peluang bisnis dengan cerdas disertai dengan pengembangan diri tiada henti,” ujar Hendra.

Seminar ini diselenggarakan  komunitas anak muda, A-Team International selaku mitra bisnis QNet diikuti ribuan anak muda diselenggarakan di tiga kota, Jakarta, Surabaya, dan Nusa Tenggara Timur. 

Mengutip data Badan Pusat Statistik (2012) menyebutkan Indonesia akan mengalami bonus demografi sekitar 2025. 

Fakta juga menunjukkan  Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (2017)menyebut agar Indonesia dapat memetik manfaat maksimal dari bonus demografi, ketersediaan sumber daya manusia usia produktif yang melimpah harus diimbangi dengan peningkatan kualitas dari sisi pendidikan dan keterampilan, termasuk kaitannya dalam menghadapi keterbukaan pasar tenaga kerja.

Dengan demografi yang dimiliki, Indonesia diperkirakan akan mencapai keemasan pada 2045, tepat 100 tahun setelah merdeka (BPS, 2015). 

“Mereka yang termasuk usia produktif (15-64 tahun) pada tahun 2045 nanti merupakan penduduk yang saat ini berusia 0-37 tahun, termasuk generasi milenial yang kini berusia 17-37 tahun,” kata Dita.
 
Dengan karakter milenial yang memiliki semangat tinggi dan pandai menguasai lebih dari satu bidang, generasi milenial ini ditargetkan oleh Presiden Joko Widodo dapat mengurangi ketertinggalan jumlah wirausaha di Asia Tenggara. 

Berdasarkan data Bank Dunia, jumlah wirausahawan di Indonesia hanya mencapai kurang dari 4 persen dari jumlah masyarakat Indonesia.  Jumlah ini lebih sedikit dari negara tetangga, seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura. 

Berbagai program kewirausahaan yang digalakkan pemerintah, nyatanya telah berhasil meningkatkan perekonomian Indonesia, kata Dita lagi.

Baca juga: Menteri Koperasi dan UKM perkuat tradisi wirausaha orang Minang
Baca juga: Sandiaga dorong pengembangan wirausaha santri

Pewarta: Ganet Dirgantara
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019